zonakropos

zonakropos
dekyjawa blog
Tampilkan postingan dengan label jawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jawa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juli 2015

Jejak Ajaran Nabi Ibrahim Di Tanah Jawa "Indonesia"

Sebagai seorang Muslim maka saya percaya bahwa Apa yang difirmankan Allah dalam Al-Quran adalah kebenaran. Dalam salah satu ayatnya Allah berfirman :
  

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia (QS 3:96)

Ya, rumah yang mula-mula itu adalah Ka’bah. Di ayat diatas berhubung kalimat “tempat beribadat” diapit tanda (…), maka bisa juga diartikan sebagai rumah yang pertama ada. Tetapi berhubung kalimat selanjutnya berhubung dengan ber’kah dan petunjuk, maka bisa diartikan sebagai rumah pertama di bumi dan rumah pertama untuk beribadah. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana bentuk Ka’bah pertama kali?. Apakah bentuknya berupa Kubus seperti bentuk sekarang?.

Berhubung tidak ada sumber pasti bagaimana bentuk Ka’bah pertama kali maka aku asumsikan bentuk Ka’bah pertama kali kemungkinan Piramid. Kok bisa?.

Ka’bah yang kita lihat sekarang adalah Bangunan berbentuk Kubus dengan ruang yang pernah mengalami beberapa renovasi mengingat usia dan adanya bencana. Renovasi kemungkinan dilakukan untuk meremajakan, merubah bentuk atau memperluas ruang. Renovasi yang pernah terjadi antara lain ketika Ka’bah dibangun kembali setelah rusak gara-gara banjir sekitar tahun 600 M dimana pada saat itu Rasulullah (sebelum jadi nabi), menjadi pihak yang meletakkan kembali Hajar Aswad (Batu Hitam), yang sempat menjadi perselisihan petinggi Suku Quraisy.

Pada jaman kuno ribuan tahun sebelum Masehi daerah gurun Arab dimana sekarang terletak kota Mekah, merupakan tempat yang terisolasi. Hal itu bisa kita lihat bahwa wilayah Arab hampir tidak pernah menjadi tempat jajahan kerajaan-kerajaan Kuno yang besar semisal Romawi, Alexander Agung, Persia atau Yunani. Jika bangsa India pernah sampai ke Arab itu juga jauh ribuan tahun setelah jaman Ibrahim. Jadi secara kebudayaan masih tertinggal dan kuno.

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar baitullah (Ka’bah)bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.(Al-Quran 2:127)

Kalau kita baca QS 2:127 diatas, kita bisa memahami lain lagi bahwa seolah-olah sebelum Ibrahim dan Ismail sampai ke lembah Bakah (Mekah), Ka’bah sebenarnya sudah ada. Hal itu bisa kita baca dari kallimat“meninggikan dasar-dasar”, lantas siapa yang membangun dasar Baitullah (Ka’bah) sebelum mereka hadir?. Apakah Adam atau Nuh atau malaikat?. Seperti kita ketahui ada beberapa riwayat yang mengatakan bahwa sebelum ada manusia Malaikat sering melakukan thawaf diatas daerah tersebut (hanya Allah yang tahu).

Untuk membangun bangunan dengan batu yang luasnya sekitar 100 m2 dan dengan ketinggian yang cukup tinggi (Lihat QS 2:127 diatas ) Hal itu pasti agak sulit untuk dikerjakan oleh 2 orang (Ibrahim dan Ismail), mengingat mereka harus mengecor atap (kecuali tanpa atap atau beratap kayu, meski sepertinya tidak mungkin). Hal itu akan lebih mudah dilakukan jika bentuknya Piramid baik bentuk runcing atau setengah runcing. sehingga lebih mudah membangunnya.

GAMBAR 1. KEMUNGKINAN BENTUK AWAL KA’BAH

Ketika masih berjumlah sedikit, peribadatan kemungkinan dilakukan DI DALAM Ka’bah.

GAMBAR 2. BENTUK KA’BAH SEKARANG


Nabi Ibrahim selain sebagai manusia yang membangun Tempat Ibadah pertama kali, juga merupakan Imam bagi seluruh manusia. Itulah mengapa pengaruhnya menyebar ke banyak bangsa di dunia, termasuk bentuk tempat ibadah yang menyerupai Ka’bah. Nabi Ibrahim sebagai Imam bagi umat manusia bisa dibacaDISINI 

Pada awalnya tentu pengaruh yang disebarkan oleh nabi Ibrahim adalah ajarannya yang monotheisme (Tauhid) dan bentuk tempat ibadahnya. Jika ajarannya menyebar maka bentuk tempat ibadahnya juga akan menyebar. Itulah mengapa pada jaman kuno bentuk rumah ibadah mereka hampir semuanya berbentuk menyerupai Ka’bah (Piramid).

Piramida Suku Inka (Amerika Latin)

Piramida Mesir



Piramid yang tadinya kecil dan berada di gurun tandus telah menyebar ke berbagai penjuru dunia dan tiba di berbagai bangsa besar yang memiliki peradaban lebih maju. Sehingga pengaruh bangunan piramid yang sampai ke bangsa besar tersebut pada akhirnya berubah menjadi bentuk piramid yang besar pula .

Tetapi kita harus mengakui bahwa ajaran yang dibawa oleh nabi Ibrahim tidak bisa bertahan pada masing-masing bangsa itu. Yang setelah berjalannya waktu masing-masing bangsa membuat kreasinya sendiri dengan mengukir pahatan (relief) pada dinding piramid. Hal ini juga terjadi ketika para Musyrikin Mekah pada saat itu menempatkan patung-patung disekitar Ka’bah sebagai bentuk lain dari relief.

Ajaran yang pada awalnya adalah Monoteisme juga berubah menjadi ajaran Pagan, dimana hampir semua bangsa yang mempunyai Piramid membangun Piramid tidak untuk beribadah kepada Tuhan Yang Satu tetapi untuk menghormati Tuhan mereka yaitu Dewa Matahari atau Tuhan buatan lainnya dan juga sekaligus sebagai tempat pemakaman. Tetapi Tuhan selalu mengutus banyak utusan untuk meluruskan ajaran Nabi Ibrahim yang menyimpang, sehingga ajaran yang tadinya menyimpang lambat laun kembali ke monotheisme. Misalnya Musa yang harus mengingatkan Penguasa Mesir (Fir’aun) agar kembali menyembah Allah.

Piramid di Indonesia, khususnya Candi-candi di Jawa kemungkinan pengaruh Ka’bah pada jaman nabi Ibrahim. Hal ini diperkuat dengan adanya beberapa artikel yang menyinggung mengenai “Bani Jawi” yang merupakan keturunan dari nabi Ibrahim. Kata “Jawi” dalam kesusatraan Jawa merupakan kata “halus” dari Jowo (Jawa).  Di dalam masyarakat Jawa kata-kata seperti “Tiyang Jawi (orang Jawa)” , “Serat Jawi (lembaran sastra Jawa)”, Aksara Jawi (Huruf Jawa)  dan Babad Tanah Jawi sudah umum. Seperti kita ketahui bahasa Jawa itu bahasa yang paling ribet di seluruh dunia. Karena dalam 1 suku ada tingkatan-tingkatan bahasa yang bisa mencapai 6 tingkatan atau lebih dari bahasa yang paling kasar sampai paling halus, dimana tidak semua orang Jawa menguasainya.



Orang Jawa sebelum datangnya Islam percaya akan adanya monoteisme (Sang Hyang Widhi). Dan bahwa di dalam naskah-naskah Kuno Bangsa Jawa disebutkan bahwa Batara Brahma merupakan leluhur dari raja-raja di tanah Jawa. Brahma merupakan nama lain Ibrahim.

Pendapat mengenai Bani Jawi yang merupakan keturunan Nabi Ibrahim bisa anda cari sendiri di Google. Secara sempit Bani Jawi mengacu ke Jawa tetapi secara Luas Bani Jawi antara lain meliputi “Sunda, Melayu/Sumatra, Bugis dll” yang berasal dari garis Ketura (Istri nabi Ibrahim yang lain).  Menurut beberapa penulis Nusantara adalah Atlantis dulunya, dimana merupakan pusat peradaban pada jaman dulu. Khusus untuk Jawa ada yang istimewa bahwa hampir 50% fosil manusia purba dari seluruh dunia ditemukan disini (daerah Sangiran).

Jika anda membaca ceritera pembangunan Candi Perambanan (secara mistik), diceritakan bahwa pembangunan Candi perambanan dilakukan oleh ribuan Jin atas kehendak “Bandung Bandawasa” terhadap “Dewi Rorojonggrang (Ratu Boko)” dimana pembangunannya secara singkat. Hal ini mirip kisah “Nabi Sulaiman” terhadab “Ratu Balqis”. Meski alur ceritanya tidak sama persis 100%.
  

Kompleks Istana Ratu Boko yang terletak di sekitar Jogja diperkirakan dibangun pada abad 8 M. Tetapi kemungkinan lebih tua dari itu. Kompleks Ratu Boko merupakan kompleks isatana Purbakala yang luas, dan mungkin terluas di Indonesia. Kompleks Ratu Boko bila disaksikan dari udara adalah seluas pada gambar dibawah ini.

 


Dari gambar diatas bisa kita lihat bahwa luas istana Ratu Boko berhektar-hektar.  Untuk melihat sisa-sisa istana Ratu Boko yang masih tersisa bisa anda lihat DISINI

Salah satu tokoh yang ahli dalam matematika Al-Quran yaitu Fahmi Basa bahkan mengungkapkan beberapa hal menarik sebagai berikut (sumber republika) : 

Pertama adalah tentang tabut, yaitu sebuah kotak atau peti yang berisi warisan Nabi Daud AS kepada Sulaiman. Konon, di dalamnya terdapat kitab Zabur, Taurat, dan Tongkat Musa, serta memberikan ketenangan. Pada relief yang terdapat di Borobudur, tampak peti atau tabut itu dijaga oleh seseorang.

Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: ‘Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman’.” (QS Al-Baqarah [2]: 248).

Kedua, pekerjaan jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman telah wafat. (QS Saba [34]: 14). Saat mengetahui Sulaiman wafat, para jin pun menghentikan pekerjaannya. Di Borobudur, terdapat patung yang belum tuntas diselesaikan. Patung itu disebut dengan Unfinished Solomon.

Ketiga, para jin diperintahkan membangun gedung yang tinggi dan membuat patung-patung. (QS Saba [34]: 13). Seperti diketahui, banyak patung Buddha yang ada di Borobudur. Sedangkan gedung atau bangunan yang tinggi itu adalah Candi Prambanan.

Keempat, Sulaiman berbicara dengan burung-burung dan hewan-hewan. (QS An-Naml [27]: 20-22). Reliefnya juga ada. Bahkan, sejumlah frame relief Borobudur bermotifkan bunga dan burung. Terdapat pula sejumlah relief hewan lain, seperti gajah, kuda, babi, anjing, monyet, dan lainnya.

Kelima, kisah Ratu Saba dan rakyatnya yang menyembah matahari dan bersujud kepada sesama manusia. (QS An-Naml [27]: 22). Menurut Fahmi Basya, Saba artinya berkumpul atau tempat berkumpul. Ungkapan burung Hud-hud tentang Saba, karena burung tidak mengetahui nama daerah itu. “Jangankan burung, manusia saja ketika berada di atas pesawat, tidak akan tahu nama sebuah kota atau negeri,” katanya menjelaskan. Ditambahkan Fahmi Basya, tempat berkumpulnya manusia itu adalah di Candi Ratu Boko yang terletak sekitar 36 kilometer dari Borobudur. Jarak ini juga memungkinkan burung menempuh perjalanan dalam sekali terbang.

Keenam, Saba ada di Indonesia, yakni Wonosobo. Dalam Alquran, wilayah Saba ditumbuhi pohon yang sangat banyak. (QS Saba [34]: 15). Dalam kamus bahasa Jawi Kuno, yang disusun oleh Dr Maharsi, kata ‘Wana’ bermakna hutan. Jadi, menurut Fahmi, wana saba atau Wonosobo adalah hutan Saba.

Ketujuh, buah ‘maja’ yang pahit. Ketika banjir besar (Sail al-Arim) menimpa wilayah Saba, pepohonan yang ada di sekitarnya menjadi pahit sebagai azab Allah kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya. “Tetapi, mereka berpaling maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar[1236] dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.” (QS Saba [34]: 16).

Kedelapan, nama Sulaiman menunjukkan sebagai nama orang Jawa. Awalan kata ‘su’merupakan nama-nama Jawa. Dan, Sulaiman adalah satu-satunya nabi dan rasul yang 25 orang, yang namanya berawalan ‘Su’.

Kesembilan, Sulaiman berkirim surat kepada Ratu Saba melalui burung Hud-hud. “Pergilah kamu dengan membawa suratku ini.” (QS An-Naml [27]: 28). Menurut Fahmi, surat itu ditulis di atas pelat emas sebagai bentuk kekayaan Nabi Sulaiman. Ditambahkannya, surat itu ditemukan di sebuah kolam di Candi Ratu Boko.

Kesepuluh, bangunan yang tinggal sedikit (Sidrin qalil). Lihat surah Saba [34] 16). Bangunan yang tinggal sedikit itu adalah wilayah Candi Ratu Boko. Dan di sana terdapat sejumlah stupa yang tinggal sedikit. “Ini membuktikan bahwa Istana Ratu Boko adalah istana Ratu Saba yang dipindahkan atas perintah Sulaiman,” kata Fahmi menegaskan.

 

KLIK GAMBAR DIATAS UNTUK MEMPERBESAR

Selain bukti-bukti di atas, kata Fahmi, masih banyak lagi bukti lainnya yang menunjukkan bahwa kisah Ratu Saba dan Sulaiman terjadi di Indonesia. Seperti terjadinya angin Muson yang bertiup dari Asia dan Australia (QS Saba [34]: 12), kisah istana yang hilang atau dipindahkan, dialog Ratu Bilqis dengan para pembesarnya ketika menerima surat Sulaiman (QS An-Naml [27]: 32), nama Kabupaten Sleman, Kecamatan Salaman, Desa Salam, dan lainnya. Dengan bukti-bukti di atas, Fahmi Basya meyakini bahwa Borobudur merupakan peninggalan Sulaiman. Bagaimana dengan pembaca? Hanya Allah yang mengetahuinya. Wallahu A’lam. (Republika)

Fahmi Basa menyimpulkan bahwa Candi Borobudur Prambanan dan daerah sekitarnya merupakan peninggalan  nabi Sulaiman. Tentu banyak pendapat yang menentang. Karena dari segi tahun sejarah mungkin beda. Tetapi jika mendapat pengaruh mungkin bisa saja. Paling tidak artikel ini bisa menambah wawasan keagamaan kita. Tidak mengapa jika anda tidak setuju.



Sumber: http://reviewofreligions.blogspot.com/2012/06/jejak-ajaran-nabi-ibrahim-di-tanah-jawa.html?m=1

Selasa, 21 Juli 2015

HUMOR GUSDUR : Siapa yang paling dekat dengan tuhan..?

Tokoh agama Islam, Kristen, dan Budha sedang berdebat. Gus Dur tentu sebagai wakil dari agama Islam. Kala itu diperdebatkan mengenai agama mana yang paling dekat dengan Tuhan ?

Seorang biksu Budha menjawab duluan. “Agama sayalah yang paling dekat dengan Tuhan, karena setiap kita beribadah ketika memanggil Tuhan kita mengucapkan ‘Om’. Nah kalian tahu sendiri kan seberapa dekat antara paman dengan keponakannya?”

Seorang pendeta dari agama Kristen menyangkal.“Ya tidak bisa, pasti agama saya yang lebih dekat dengan Tuhan.” ujar pendeta

“Lah kok bisa ?” sahut biksu penasaran.

“Kenapa tidak,agama anda kalau memanggil Tuhan hanya om, kalau di agama saya memanggil tuhan itu ‘Bapa’ Nah kalian tahu sendiri kan lebih dekat mana anak sama bapaknya daripada keponakan dengan pamannya,” jawab pendeta.

Gus Dur yang belum mengeluarkan argumen masih tetap tertawa malah terbahak-bahak setelah mendengar argumen dari pendeta.

“Loh kenapa anda kok tertawa terus?” tanya pendeta penasaran.

“Apa anda merasa bahwa agama anda lebih dekat dengan tuhan?” sahut biksu bertanya pada Gus Dur.

Gus Dur masih saja tertawa sambil mengatakan “Ndak kok, saya ndak bilang gitu, boro-boro dekat  justru agama saya malah paling jauh sendiri dengan Tuhan.” jawab Gus Dur dengan masih tertawa.

“Lah kok bisa ?” tanya pendeta dan biksu makin penasaran.

“ Lah gimana tidak, lah wong kalau di agama saya itu kalau memanggil Tuhan saja harus memakai Toa (pengeras suara),” jawab Gus Dur.


Humor Gus Dur ini dikutip Dream.co.id dari laman NU Online yang didapat dari kiriman Ahmad Lailatus Sibyan, santri asal Jawa Tengah, tinggal di Yogyakarta

Cak Nun: Agama Masyarakat Itu Sebenarnya Harus Telo, Bukan Gethuk atau Kripik


Rintik-rintik hujan yang membasahi bumi bekas kerajaan Mataram (baca: Yogyakarta) ini tak sedikitpun menghalangi semangat para Cak Nunian (pengagum Cak Nun dan Kiai Kanjeng), untuk sekedar memacu kuda mesinnya menuju Masjid Jami’ At-Taqwa Minomartani, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, demi mendapatkan kehangatan bathiniyyah lantaran petuah-petuah Cak Nun dan juga tembang-tembang yang disenandungkan oleh Kiai Kanjeng yang memang memiliki sengatan listrik yang bisa membuat jiwa orang kesetrum(kena sengatan listrik).

Acara ini dihelat oleh Pengurus Ta’mir masjid Jami’ At-Taqwa, dengan mengangkat tema “Ashabul Kahfi Ada di Masjid Jami’ At-Taqwa: Istiqamah di Sahara Kehidupan Modern”. Jum’at, 29 Maret 2013, sekitar pukul 20.00 WIB, acara pun dibuka oleh MC yang membawakan acara secara semi formal. Setelah sambutan oleh ketua ta’mir masjid Jami’ At-Taqwa; Prof. Dr. Edi, juga oleh Bupati Sleman, acara dimeriahkan oleh penampilan Kiai Kanjeng dengan membawakan tembang perdana“Hasbunallah wa ni’mal wakil”. Para penonton yang terdiri dari segala macam usia -mulai dari anak-anak sampai kakek-nenek, juga dari berbagai kalangan –akademisi, mahasiswa, petani, pejabat, dsb- yang memadati halaman luas masjid Jami’ At-Taqwa ini pun terlihat begitu menikmati dan menghayati alunan musik yang dibawakan Kia Kanjeng.

Setelah beberapa saat, tibalah sang Maestro yang telah ditunggu-tunggu, “Cak Nun”. Dengan mengenakan pakaian serba putih dari ujung atas sampai ujung bawah, Cak Nun mulai menyampaikan pesan-pesannya. Ia memulai dengan menyampaikan sebuah ilusrasi yang cukup menarik, tentang agama Islam dan golongan-golongan yang ada di dalamnya.

Cak Nun mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat yang terkadang begitu fanatik terhadap golongan/aliran yang dianutnya, seperti NU, Muhammadiyah, Syi’ah, dsb. Sehingga dari kefanatikan itu memunculkan tindak kekerasan yang kerap terjadi sesama muslim. Kemudian Cak Nun pun mengilustrasikan agama Islam laksanaTelo (sejenis umbi-umbian) yang bisa menghasilkan berbagai aneka menu, sepertiGethukKripik, dsb. Nah, Telo diibaratkan sebagai agama Islam murni, dan Gethuk,Kripik diibaratkan aliran-aliran yang muncul dalam Islam. Nah, kebanyakan orang memang menganggap bahwa NU, Muhammadiyah, Syi’ah, dsb itu sebagai agama mereka, padahal sebenarnya semua sama-sama Islam. Itulah pentingnya menjunjung tinggi pluralisme.

Maka Cak Nun pun melontarkan pertanyaan kepada para pengunjung yang berdekatan dengan panggung, dengan berbahasa Jawa, “la seng agama iku lak seng Telone to bu’ nggeh, ora kok Gethuk lan Kripik iku? La wong saiki iki, seng sering nganggep agamane iku Gethuk lan Kripik iku, padahal asline kan Telo” (La yang agama itu kan yang Telo-nya kan bu’ ya, bukan kok Gethuk dan Kripik? La orang sekarang itu sering menganggap agamanya itu Gethuk dan Kripik itu, padahal aslinya kan Telo). Sontak para hadirin pun tertawa mendengar ilustrasi Cak Nun yang terkesan aneh, lucu namun sarat akan makna tersebut.

Tembang-tembang pun mengalir dari tangan-tangan para anggota Kiai Kanjeng, seperti syi’ir tanpa wathongelandangan, dsb, mengiringi jalannya pengajian yang selesai sekitar pukul 00:00 malam tersebut.

  

20 pesan selanjutnya

Selain menyampaikan tentang Telo, dkk tersebut, dengan kemasan bahasa Indonesia dan Jawa, dan dengan ciri khasnya yang terkesan slengek’an dan seperti ocehan ngawur namun sarat makna itu, Cak Nun juga menyampaikan beberapa pesan yang penting kepada para hadirin. Paling tidak ada 20 pesan yang berhasil ku rangkum. 

Pertama, Kita harus bisa memilih dan memilah, mana perkara yang harus kita masukkan dalam otak, hati, dan tangan itu. Jangan sampai salah tempat.

Kedua, Orang yang diinjak-injak dankere (miskin) itu terkadang lebih bermanfaat.

KetigaWong iku oleh duwur –pangkate, tapi gak oleh nduwuri wong(orang itu boleh saja berpangkat tinggi, tapi nggak boleh menganggap remeh orang). Sebuah kritik terhadap para pejabat-pejabat yang terkadang sering meremehkan dan menyepelekan orang yang ada di bawahnya.

Keempat, Manusia itu bukan makhluk permanen, artinya dia bisa baik dan kadang juga bisa buruk. Jadi, jangan khawatir jika kita dicap buruk oleh orang.

Kelima, Tawakkal bisa dimaknai secara sederhana seperti ini; “mengurusi hal yang bisa diurus, dan kalau ada hal yang nggak bisa diurus, pasrahkanlah kepada Allah”. Artinya, kita cukup mengurus perkara yang sudah konkrit dan ada di depan mata saja. Perihal perkara yang masih belum jelas dan masih abstrak, cukup pasrahkan saja urusannya pada Allah. Yakin bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi hambaNya.

Keenam, Setiap orang itu punyafadhilah (keutamaan). Jadi jangan minderdengan diri sendiri.

Ketujuh, Orang itu selalu melihat yang tinggi, dan menganggap bahwa yang tinggi dan berada di atas, itulah yang terbaik dan mulia. Padahal bukan seperti itu, karena semua sudah ada porsi dan jatahnya masing-masing. Contohnya saja, burung bisa terbang tinggi ke atas itu ya karna memang sudah kodratnya dia bisa begitu. Karna kan dia punya sayap. Makanya keliatan pantas dan baik. La sekarang, coba bayangin bagaimana kalau ayam, harimau, yang emang kodratnya berjalan di bawah –daratan, tapi disuruh terbang? Lantaran asumsi yang beredar bahwa yang terbang tinggi dan di atas itu baik. Apa nggaktambah menyeramkan dan menghawatirkan tuh? Itu baru ayam sama harimau. Coba kalau badak sama gajah yang terbang? :D

Kedelapan, Wajah itu perwakilan dari seluruh diri kita. “sing ngentut silite, tapi sing diwudhu-ni wajahe” (yang kentut dubur-nya, tapi yang diwudhu-in wajahnya). Kenapa? Ya karna orang itu menilai dari wajah kita kan, dan nggak mungkin daridubur atau bagian anggota tubuh lain –selain wajah? :D

Kesembilan, Cahaya itu hanya terlihat di dalam kegelapan, bukan di tempat yang terang benderang. Artinya, ketika kita tidak masuk ke catatan ‘buku hitam’ yang penuh kegelapan dulu, mustahil kita akan tau dan mendapatkan penerangan (cahaya).

Kesepuluh, Pencipta lagu “syi’ir tanpa wathon” yang selama ini diklaim diciptakan oleh Gus Dur pun diluruskan oleh Cak Nun. Dikatakan bahwa sebenarnya yang menciptakan lagu itu adalah Kiai Sahlan dari Krian, Sidoarjo pada tahun 1950-an. Dan syi’ir itu muncul lantaran untuk menyaingi lagu ludruk yang sedang tenarwaktu itu. hal ini disampaikan, tepat sebelum Kiai Kanjeng beraksi dengan membawakan tembang syi’ir tanpa wathon.

Kesebelas, “Jawa ayo digawa, Arab digarap, Barat diruwat” (Budaya Jawa mari kita bawa, Arab dikerjakan, Barat dipelihara). Sebuah pesan yang singkat, padat, jelas dan sarat makna tentang pentingnya menjaga budaya daerah dan Nusantara, tanpa menolak mentah-mentah juga terhadap budaya asing yang masuk.“المحافظة على القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح”.

Keduabelas, perihal tema acara itu –Ashabul Kahfi, Cak Nun menyampaikan agar jangan sampai ada gua ashabul kahfilagi di zaman sekarang. Pemuda ashabul kahfi yang ditidurkan oleh Allah, itu merupakan gambaran para pemuda yang tetap kekeh menjaga imannya, lantaran khawatir akan terseret situasi modernitas yang ada di dunia. Makanya mereka memilih untuk menyendiri dalam gua yang kemudian ditidurkan oleh Allah selama 300 tahun, ditambah 6 tahun.

Ketigabelas, Sunan Kalijaga itu peranannya paling banyak adalah dalam hal peralihan perpolitikan (dari Majapahit-Demak-Pajang-Mataram). Hal ini disampaikan Cak Nun, ketika beliau menceritakan bahwa orang-orang terkadang ada yang nyeletuk, dengan mengatakan bahwa ia adalah jelma’an dari Sunan Kalijaga. J

Keempatbelas, Ibadah itu yangmahdhah (wajib, murni) hanya 3,5%, sisanya 96,5% itu adalah mu’amalah.

Kelimabelas, Makin dekat seseorang dengan seseorang yang lain, maka semakin tidak ada etika di antara keduanya.

Keenambelas, Pelurusan antara Al-Qur’an dan Mushaf. Al-Qur’an yang asli dan terjaga itu berada di lauh mahfudz. Sedangkan yang ada di hadapan kita sekarang itu adalah mushaf.

Ketujuhbelas, Bid’ah itu hanya ada dalam ibadah mahdhah saja, bukan pada ibadah mu’amalah. Hal ini disampaikan, ketika ada salah satu ibu-ibu yang menanyakan tentang bid’ah kepada Cak Nun.

Kedelapanbelas, Kebohongan itu terkadang penting, pada saat-saat tertentu saja.

Kesembilanbelas, Pilihan hidup itu ada tiga: ijtihad, ittiba’, atau taqlid. Kita pilih sesuai kapasitas diri kita.

Keduapuluh, Jangan sampai ada sesuatu apapun yang bisa menghalangi kedekatanmu dengan Allah.

Dokumentasi Acara

 Kiai Kanjeng ketika memulai penampilannya -sebelum Cak Nun masuk panggung

Cak Nun ketika baru masuk panngung, dan menyampaikan pesan-pesannya

Cak Nun ketika menyampaikan pesan-pesannya kepada para hadirin

Cak Nun dan Kiai Kanjeng ketika menyanyikan tembang 'syi'ir tanpa wathon'

Nah, itu tadi kurang lebih oleh-oleh dari Pengajian Akbar Cak Nun dan Kiai Kanjeng di Minomartani, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Niatnya sih, buat berbagi pengalaman saja. Silahkan disimpulkan sendiri, dan semoga bermanfaat

Sumber : http://nieza.blogspot.com

BELAJAR AGAMA KOK SAMA BUDAYAWAN CAKNUN..??

-

Banyak yang menyebutnya sebagai kyai mbeling. Dalam ceramahnya, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun nggak jarang menggunakan kata-kata yang sangat rakyat jelata(ndasmu, asu, jancok, taek, dsb) dan nylekit. Yang tentu saja menyesuaikan dengan audience-nya saat itu (tidak di depan anak kecil atau semacamnya). Cak Nun sengaja begitu agar tidak dikultuskan, tidak ingin di-wali-wali-kan oleh jamaahnya. Kalau orang yang pikirannya linier, sempit, tidak paham kontek, nggk kenal beliau..pasti bakalan berpikiran negatif, mengkafir-kafirkan.

Pernah suatu kali saat diundang di sebuah sarasehan, Cak Nun menyebutkan bahwa kita ini sesat, ulama-ulamanya sesat, semuanya sesat. 
"Coba tunjukkan satu saja di Indonesia ini yang tidak sesat," kata Cak Nun saat itu.
Mereka yang tidak kenal dan tidak terbiasa dengan omongan Cak Nun, marah besar. Terutama mereka-mereka yang masih muda.

Kita memang masih sesat karena setiap kita sholat diwajibkan membaca ayat 'Ihdinash Shirathal Mustaqim' yang artinya tunjukilah kami jalan yang lurus. 
"Kalau sudah merasa lurus dan benar maka nggak usah ikut pengajian..di sini tempatnya orang sesat yang terus mencari kebenaran dan jalan yang lurus."

Cak Nun tidak ingin masyarakat umum mengenalnya sebagai kyai, haji, ustadz atau gelar-gelar semacam itu. Beliau sengaja mencopot gelar-gelar tersebut. Pernah suatu kali Cak Nun jadi seorang pembicara dalam acara seminar. Panitia membuat Spanduk penyambutan yang isinya kurang lebih : "Selamat datang KH Emha Ainun Nadjib...."
Cak Nun pun bercanda sama panitia-nya, "Mas kalau gelar saya Kyai Haji..terus gelarnya Rasullulah apa mas ..: Kanjeng sepuh Kyai Haji Panglima Besar Waliyullah Nabiullah blablablablablabla..Muhammmad SAW."

Dan kayaknya Cak Nun berhasil dengan cita-citanya itu. Kebanyakan orang menganggapnya sebagai tokoh budaya, penyair atau seniman. Ketika ada jamaahnya Cak Nun yang bicara pemikiran (bukan ajaran) Cak Nun tentang agama, mereka sinis : "Kok percaya sama omongannya penyair... belajar agama kok dari seorang budayawan..!"

Tongkrongannya pun biasa saja, tidak menampakan diri sebagai seorang kyai. 
"Agama itu letaknya di dapur, nggak perlu dipamerkan di warungnya...nggak masalah kamu masak di dapur pakai gas, kompor biasa atau apa pun yang penting yang kamu sajikan di ruang tamu adalah masakan yang menyenangkan semua orang..begitu juga dengan agama, nggak masalah agama apapun yang di anut yang penting output di masyarakat itu baik..jadi orang yang mengamankan, menentramkan, menolong saat dibutuhkan.."

Cak Nun adalah salah satu tokoh gerakan reformasi (yang tidak diakui negeri ini), melengserkan sekaligus guru ngajinya Presiden Soeharto. Yang membujuk Gus Dur untuk mau jadi presiden dan mengajaknya meninggalkan istana saat Gus Dur di-impeachment oleh MPR.
"Lapo sampeyan nang istana setan...ayo mulih nang istana malaikat..!" ajak Cak Nun pada Gus dur.
"Nang endi istana malaikat iku Cak..?" tanya Gus Dur.
"Yo nang Ciganjur (rumah Gus Dur)..!" jawab Cak Nun.
Setelah itu Gus Dur keluar istana cuman pakai kaos oblong dan celana kolor.

Saya rasa jarang ada orang yang begitu ikhlas, berani, cerdas, arif seperti beliau. Walaupun pendidikannya cuman sampai semester 1 fakultas Ekonomi UGM tapi otaknya melebihi seorang profesor. Profesor pun minder kalau disandingkan dengan Cak Nun. Karena beliau adalah berlian yang intelektualitasnya mumpuni.

Banyak sekali aktifitas Cak Nun demi keutuhan NKRI yang tak pernah diakui, ditulis dalam sejarah Indonesia. Dan sekarang beliau memutuskan untuk Out Of Box dari semua itu. Indonesia mengalami sakit kronis parah. Ilmu manusia pun nggak sanggup untuk menyembuhkan Indonesia.

Cak Nun pun tak lagi mau tampil di media nasional. Menyibukan diri dalam kegiatan pengajian, shalawatan dan semacamnya (Mocopat Syafaat, Juguran Syafaat, Kenduri Cinta, Bang Bang Wetan dan sebagainya).

Cak Nun tidak mengakui negara Indonesia. Beliau cuma seorang penduduk Indonesia saja.
"Saya tidak menganjurkan anda Golput...tapi kalau anda nggak Golput itu goblok..! Wis ngerti dike'i taek kok yo gelem ae...tiap lima tahun sekali dike'i taek kok yo ora kapok-kapok..! Terus anda masih penasaran : 'jangan-jangan ini lidah saya ya..? lho kok pahit..lho kok??'.."

Dalam setiap acara seminar, sarasehan atau apa pun namanya Cak Nun tidak pernah perduli soal honor. Dibayar atau tidak dibayar bagi Cak Nun tak masalah. Cak Nun mewanti-wanti pada manajemen yang ngurusi Cak Nun untuk tidak menyebutkan angka. "Berapa sih yang akan anda bayarkan pada saya??...dibayar berapapun nggak akan cukup!...Maka lebih baik tidak usah.
Bukannya saya hebat...tapi saya takut menyinggung perasaan Tuhan. Urusan Akhlak dan dagang harus dipisahkan. Jangan sampai akhlak dikapitalisasi."

Ustadz dibayar itu bukan karena transfer ilmunya tapi karena tenaganya, waktunya yang dikorbankan, akomodasinya dan seterusnya. Karena itu tidak selayaknya kalau ada Ustadz, Motivator, Guru Ngaji pasang tarif.

Cak Nun yang menyebarkan kebaikan, membuka pori-pori kecerdasan, mencerahkan, membesarkan hati para jamaahnya tanpa minta imbalan apa pun. Beliau selalu memposisikan sama dengan jamaahnya. Sama-sama belajar dan mencari kebenaran bersama.

---------------------------------------------------------------------------------------------------

Berikut ini cuplikan beberapa pituturnya tentang ketidakinginanya untuk dikultuskan :

"Awas kalau sami'na wa atho'na (kami dengar dan kami taat) sama saya....tak tonyo ndasmu..!
Karena di maiyah ini semua orang berposisi sama.
Di sini tidak ada kyai-nya, tidak ada imam-nya, tidak ada mursid-nya, tidak ada syekh-nya.
Biasanya khan sebuah perkumpulan pengajian atau tariqat ada 'ndas-ndasane' yang harus ditaati sama jamaahnya.

Yang harus anda taati hanya Rasullulah dan Allah..bukan saya...saya nggak mau..!
Soalnya kalau anda taat sama saya..Saat kamu nyolong..saya nggk bisa nolong kamu di akhirat. 
Hanya Allah dan syafaat Rasulullah yang bisa menolong kamu.

Kalau kamu taat sama saya..apa gunanya? 
Saya sendiri masih harus taat sama Rasullah dan Allah.
Di sini adalah majelis ilmu..mencari kebaikan bersama dan tujuanya bukan untuk menguasai Indonesia..tapi mencari kebenaran bersama.

Jangan hidup menurut Cak Nun. Hidup sekali kok menurut Cak Nun..menurut Cak Nun, menurut syekh ini, menurut ulama ini, menurut itu...gak kabeh!!
Hidup itu menurut Allah, menurut Rasullullah..titik!
Hidup sekali kok menurut ini, menurut itu.
Kalau hidup menurut Cak Nun, nanti saya diseret di pengadilan Gusti Allah :
"Wong iki jarene nglakoni ngene mergo awakmu Nun.."
Terus saya njawab, "lha salahe dewe..wong kulo cuma' ngomong kok.."

Kebenaran itu tidak pada siapapun. Kecuali pada keputusan terakhir anda masing-masing. Karena itu nanti yang dihisab oleh Allah. Anda boleh mendengar apa pun, boleh menafsirkan kayak apa pun, boleh melakukan apa pun setelah itu. Tapi sebenarnya yang dinilai adalah bahwa itu menjadi keputusan anda.

Jangan pernah punya keputusan yang tidak otentik pada diri anda masing-masing. Artinya kalau shalatmu itu ya shalat kamu dan Allah..itu otentik.
Bukan kamu plus Cak Nun, plus Kyai, plus Ustadz, plus Ulama dan Allah.

Sepanjang kebenaran itu anda ketahui terletak di situ 
maka seluruh forum apa pun tidak masalah. Karena anda dewasa, tidak gampang 'masuk angin' oleh kalimat kayak apa pun.

Jangan mau ditipu oleh siapapun yang menghadir-hadirkan Tuhan kepadamu. Yang menghalang-halangi hubunganmu dengan Allah. Jangan percaya kepada Emha Ainun Nadjib. Jangan percaya kepada Kyai, Ustadz atau siapapun. Itu hak pribadimu untuk menemukan Tuhanmu dengan gayamu dan caramu..!"

---------------------------------------------------------------------------------------------------

Begitulah segelintir cerita tentang sang Guru Rakyat yang sebenarnya bisa berjilid-jilid kalau diceritakan secara detail. Begitu banyak kiprah beliau dalam mencerdaskan rakyat negeri ini dengan gerakan Maiyah-nya yang tujuannya tidak untuk menguasai Indonesia. Indonesia itu kecil, Indonesia adalah bagian dari kampung halamanku, begitu kata Cak Nun.

Dan Maiyah bukanlah sebuah sekte, aliran, madzhab dan sejenisnya. Maiyah adalah sebuah majelis ilmu, mencari kebenaran bersama untuk membentuk manusia Indonesia baru yang tangguh, berani, cerdas dan berwawasan luas (tambahi sendiri kalau kurang).

Sumber : http://www.kompasiana.com/robbigandamana/belajar-agama-kok-sama-budayawan-cak-nun_5535db5d6ea8340e34da42d0

PENGAJIAN ASSAJADAH BERSAMA CAK NUN

Catatan: Ega Julaeha

 

Malam itu, 30 Oktober 2010, terselenggara pengajian Assajadah yang merupakan acara rutin 3 (tiga) bulanan di Kandank Jurank Doank, dengan mengusung tema “Cerdaslah Nusantaraku” dan narasumber Emha Ainun Nadjib. Acara dimulai pukul 20.00 wib yang dibuka oleh si empunya rumah, Dik Doank. Acara dibuka dengan sajian beberapa tembang lagu yang dinyanyikan oleh Dik Doankfeaturing KJD Idol dan Kaleng Rombenk.

 

Menyikapi bencana alam Gunung Merapi, Dik Doank berpendapat bahwa yang disebut musibah itu bukan ketika saat gunung meletus, tapi saat pengungsi itu berada di pengungsian. Ini dikarenakan masyarakat tercerabut dari kenikmatannya berkegiatan di rumah mereka masing-masing. Tugas kita adalah mengurangi beban mereka di pengungsian.

Cak Nun dalam membuka tausyiahnya menyampaikan tentang hakekat terkenal. “Setiap orang punya tahapnya masing-masing, punya tarikatnya masing-masing, punya konteksnya masing-masing. Yang disebut teladan itu bukan pada wujudnya, tapi pada inti nilainya. Kalo ada orang makan jangan langsung ditiru makannya, kalau ada orang tidak makan jangan langsung ditiru tidak makannya, tapi dicari tahu kenapa dia makan atau tidak makan, sebab dia makan dan tidak makannya. Sehingga ketika meniru, itu bukan wujud makan dan tidak makan, melainkan terjemahan dari sebabnya/niatnya tadi terhadap keadaan kita”.

 

“Bagi saya, wanita cantik itu bukan keindahan lagi, tapi siksaan. Beda Dik Doank dan saya, jangan tiru saya. Jadi jangan dilihat outputnya saja, anda harus lihat juga inputnya. cari tahu dulu hulunya, jangan hilirnya saja, jadi kesimpulannya utuh”.

 

Hal itu disampaikan Cak Nun dalam kaitannya tentang keputusannya untuk tidak lagi muncul dalam media, baik media cetak maupun elektronik dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Karena menurutnya, kita tidak boleh lebih terkenal dari Allah dan Rasulullah. Kita harus mampu menanggalkan ketenaran, membocorkan kapal, untuk menghindar dari keangkuhan dan kesombongan yang bisa jadi menjerumuskan kita kepada dosa yang paling besar.Tentang popularitas, menurut Cak Nun popularitas itu efek, jangan jadi tujuan. Jadi kalaupun nanti jadi terkenal, harus dibarengi dengan rendah hati, sadari bahwa terkenal itu efek. Salah satu yang menghancurkan kehidupan manusia adalah kesombongan. dalam bahasa Al Quran gibria. gibria itu jubahKU. selain Allah jangan pake jubah itu.

 

Mengenai musibah, Cak Nun berpendapat bahwa kata musibah penerjemahan kedalam bahasa indonesia artinya agak meleset. musibah artinya kejadian, dalam bahasa indonesia artinya bencana. padahal bencana artinya Azab. Al assoba, artinya kejadian. Qurban jika dibahasa inggriskan artinya victim. Padahal dalam bahasa aslinya artinya dekat, Qarib. Qurban artinya segala sesuatu yang mendekatkan kita kepada Allah. nilai-nilai islam tidak begitu tumbuh di Indonesia karena salah satu sebabnya epistimologi kata-kata islam itu diterjemahkan secara serabutan.

 

Selanjutnya Cak Nun menyampaikan bahwa jihad bahasa indonesianya itu daya upaya, bahasa inggrisnya effort, doing something to get. Bekerja untuk anak istri itu jihad, segala daya upaya. Kalo jihadnya menggunakan pikiran dan intelektual disebut ijtihad, itu suatu pola. kalo mujahadah itu jihad dengan konsentrasi rohaniah. Ada akal itu ijtihad, ada hati itu mujahaddah, dan syahwat, itu api jihadnya. Syahwat itu segala sesuatu yang merupakan energi yang mendorong seseorang untuk mencapai dalam memperjuangkan sesuatu. Maka syahwat harus dikendalikan oleh regulasi akal sehat. tapi seluruhnya berasal dan dikontrol oleh Qalbu. Maka di dalam qaLbu itu harus ada iman, karena kita tidak mampu mengontrol diri kita sendiri maka kita butuh bantuan Allah. Allah membantu dengan mengirimkan iman ke dalam diri kita. Itulah yang disebut manajemen qalbu. Dalam jalannya acara, ada jamaah yang bertanya tentang kenapa di dalam Al Quran Allah sering menggunakan kata AKU dan KAMI. Cak Nun menjawab bahwa Allah punya malaikat-malaikat yang membantuNYA. Malik itu artinya raja, Muluk itu artinya kekuasaan. malaikat artinya aparat kekuasaan. malaikat itu jumlahnya bermilyar2 jenis. Jadi KAMI di sini adalah representasi Allah dan Malaikat-malaikatnya.

 

Dalam menjawab pertanyaan jamaah tentang kenapa manusia itu tidak tahu tentang masa depannya, manusia punyai batasan, Cak Nun berpendapat bahwa justru disitulah asyiknya hidup. Kita manusia tidak diberi pengetahuan oleh Allah melainkan hanya sedikit. Oleh karena itu kita akan terus menerus mempelajari. Kita diberi akal pikiran untuk terus membaca alam semestaNYA. Maka janganlah terburu-buru menilai sesuatu itu syirik atau tahayul.

 

“Nikmatnya hidup itu karena ada batasan, kita tidak tahu isi hati istri kita, sampai dengan sekarang, karena itu kita akan terus memberikan yang terbaik, karena kita tidak tahu. Tidak tahu itu nikmat, aurat itu diperlukan, makanya yang baik itu berpakaian, butuh pakaian supaya orang tahu, pengetahuannya hanya terbatas pada fantasinya. Fantasi tidak bisa disalahkan. Allah dalam hal ini tidak adil. Kebaikan, niat saja sudah dapat pahala. Berbeda dengan keburukan, keburukan jika dilakukan baru dapet sanksi, baru niat tidak apa-apa. Maka bertahanlah pada niat buruk, tapi jangan dilakukan. Jangan berani buka aurat, karena kita berhak berfantasi dan tidak disalahkan Allah. Itu gunanya kita menutupi tubuh dengan pakaian. Diberi ilmu oleh allah sebatas yg bermanfaat untuk anda.”

 

“Ada Ilmul yakin, haqul yakin, ainul yakin. ilmul Yakin itu adalah anda meyakini sesuatu karena logika dan penyerapan kecerdasan anda. Anda mendapat informasi dan percaya kepada kredibilitas informasi itu. Tapi itu harus dikembangkan, jangan berhenti pada informasi itu saja. Misalnya, tentang benua Amerika, siapa yg menemukan amerika, benarkah yang menemukannya itu yang kita kenal dengan nama Colombus? menurut siapa? terus menerus bertanya sampai anda yakin terhadap kredibilitas informasi itu.”

 

Cak Nun selanjutnya menyampaikan bahwa semakin tinggi dan semakin kaya suatu bahasa semakin tua peradabannya. Menurutnya, sehebat-hebatnya bahasa Inggris, lebih hebat bahasa Indonesia, khususnya bahasa Jawa. Misal, untuk kata bau, dalam bahasa inggris hanya kita temukan kata smell, untuk mendeskribsikan sesuatu yang bau dalam makna negatif, dikenal kata bed smell. Dalam bahasa Jawa, kita temui banyaknya varian kata, seperti: bau kencing itu pesing, bau kelek itu kecut, bau darah itu anyir, bau baju yang tidak dicuci itu apek, bau ikan itu amis, bau kambing itu prengus, bau bangkai itu badek. Hal ini disampaikan dengan maksud untuk menumbuhkan kepercayaan diri kita sebagai bangsa Indonesia, bahwa kita bangsa yang besar. Agar pengetahuan ini menjadi energi kita, tidak bermaksud menggede-gedekan.

Yang menarik, di tengah jalannya acara, ada seorang jamaah yang mempertanyakan pendapat Cak Nun tentang konflik agama yang sering terjadi dan mengenai pernikahan beda agama. Menurut Cak Nun, konflik antar agama, manusia bertengkar sebetulnya karena pada dasarnya manusia tidak mendapatkan kepuasan atas hak-haknya, outputnya adalah mudah bertengkar, dan yang paling mudah menyulut pertengkaran itu adalah perbedaan agama. Tapi bukan agamanya yang salah, bukan agama penyebabnya, tapi karena tidak puasnya manusia yang menyebabkan mudah bertengkar, adanya ketidakadilan sosial.

 

Mengenai pernikahan beda agama, Cak Nun berpendapat bahwa setiap agama punya syariat yang jelas, aturannya jelas. “Dalam Islam, wanita muslim menikah dengan pria muslim. Tapi kalau misalkan ingin menikah dengan beda agama ya silahkan, tapi jangan bawa-bawa Tuhan. Keluar dari Islam juga tidak masalah, karena Islam tidak merugi sedikitpun.”

 

“Yang punya hak atas diri seseorang itu adalah Allah sang pencipta dan dirinya sendiri, seperti hukum perusahaan, yang bisa mengambil keputusan adalah si pemilik saham. Yang punya saham atas hidup seseorang itu adalah tuhan dan diri kamu sendiri.”

 

Ada salah satu jamaah yang mencoba kritis kepada Cak Nun, mengapa Cak Nun tidak konsisten terhadap apa yang dia sampaikan mengenai process orientieddan result orientied. Cak Nun mencoba menjelaskan bahwa sebisa mungkin apa yang kita lakukan itu berorientasi pada proses, hasil itu letaknya di belakang, itu bukan kewenangan manusia. Yang menjadi salah kaprah adalah, walaupun kita berorientasi pada proses, bukan berarti kita menolak hasil. Hasil itu efek, dan mengikuti dari seberapa besar proses yang telah kita lakukan. Tapi jangan hasil sebagai tujuan. Cak Nun mencontohkan dengan analogi “masa ketika kita disuruh Allah masuk surga kita tidak mau”.

 

“Goyah itu hasil, kalo wassilah itu proses, cara untuk mencapainya. sholat itu tujuan atau cara? ya cara ya tujuan. Anda menanam padi ya hasilnya panen padi, tapi kalau tidak berhasil panen juga ya harus siap. Ikhlas dengan prosesnya, jangan berorientasi pada hasil, maka hasil yang baik akan mengikuti. Yang saya paling ingat adalah ketika Cak Nun dengan lugas mengatakan bahwa beliau kesini bukan untuk ceramah, tapi untuk merangsang cara berfikir anda. Jangan ditelan mentah-mentah setiap apa yang telah beliau sampaikan. Berfikirlah untuk menangkap setiap maksudnya dengan tepat. Analoginya seperti “sudah dikasih buah duren, untuk dapat menikmatinya, ya harus buka/belah sendiri buah duren itu, lalu menikmati buahnya sesuka hatimu”.**(Doc Foto: Agus Setiawan)

Sumber: facebook

MISTERI LELUHUR SUKU JAWA

Di dalam Mitologi Jawa diceritakan bahwa salah satu leluhur Bangsa Sunda (Jawa) adalah Batara Brahma atau Sri Maharaja Sunda, yang bermukim di Gunung Mahera. 
Selain itu, nama Batara Brahma, juga terdapat di dalam Silsilah Babad Tanah Jawi. Di dalam Silsilah itu, bermula dari Nabi Adam yang berputera Nabi Syits, kemudian Nabi Syits menurunkan Sang Hyang Nur Cahya, yang menurunkan Sang Hyang Nur Rasa. Sang Hyang Nur Rasa kemudian menurunkan Sang Hyang Wenang, yang menurunkan Sang Hyang Tunggal. Dan Sang Hyang Tunggal, kemudian menurunkan Batara Guru, yang menurunkan Batara Brahma. Berdasarkan pemahaman dari naskah-naskah kuno bangsa Jawa, Batara Brahma merupakan leluhur dari raja-raja di tanah Jawa.

Bani Jawi Keturunan Nabi Ibrahim
Di dalam Kitab ‘al-Kamil fi al-Tarikh‘ tulisan Ibnu Athir, menyatakan bahwa Bani Jawi (yang di dalamnya termasuk Bangsa Sunda, Jawa, Melayu Sumatera, Bugis… dsb), adalah keturunan Nabi Ibrahim. Bani Jawi sebagai keturunan Nabi Ibrahim, semakin nyata, ketika baru-baru ini, dari penelitian seorang Profesor Universiti Kebangsaaan Malaysia (UKM), diperoleh data bahwa, di dalam darah DNA Melayu, terdapat 27% Variant Mediterranaen (merupakan DNA bangsa-bangsa EURO-Semitik). Variant Mediterranaen sendiri terdapat juga di dalam DNA keturunan Nabi Ibrahim yang lain, seperti pada bangsa Arab dan Bani Israil.
Sekilas dari beberapa pernyataan di atas, sepertinya terdapat perbedaan yang sangat mendasar. Akan tetapi, setelah melalui penyelusuran yang lebih mendalam, diperoleh fakta, bahwa Brahma yang terdapat di dalam Metologi Jawa indentik dengan Nabi Ibrahim.
Brahma adalah Nabi Ibrahim
Mitos atau Legenda, terkadang merupakan peristiwa sejarah. Akan tetapi, peristiwa tersebut menjadi kabur, ketika kejadiannya di lebih-lebihkan dari kenyataan yang ada. Mitos Brahma sebagai leluhur bangsa-bangsa di Nusantara, boleh jadi merupakan peristiwa sejarah, yakni mengenai kedatangan Nabi Ibrahim untuk berdakwah, dimana kemudian beliau beristeri Siti Qanturah (Qatura/Keturah), yang kelak akan menjadi leluhur Bani Jawi (Melayu Deutro). Dan kita telah sama pahami bahwa, Nabi Ibrahim berasal dari bangsa ‘Ibriyah, kata ‘Ibriyah berasal dari ‘ain, ba, ra atau ‘abara yang berarti menyeberang. Nama Ibra-him (alif ba ra-ha ya mim), merupakan asal dari nama Brahma (ba ra-ha mim).
Beberapa fakta yang menunjukkan bahwa Brahma yang terdapat di dalam Mitologi Jawa adalah Nabi Ibrahim, di antaranya :
1. Nabi Ibrahim memiliki isteri bernama Sara, sementara Brahma pasangannya bernama Saraswati.
2. Nabi Ibrahim hampir mengorbankan anak sulungnya yang bernama Ismail, sementara Brahma terhadap anak sulungnya yang bernama Atharva (Muhammad in Parsi, Hindoo and Buddhist, tulisan A.H. Vidyarthi dan U. Ali)…
3. Brahma adalah perlambang Monotheisme, yaitu keyakinan kepada Tuhan Yang Esa (Brahman), sementara Nabi Ibrahim adalah Rasul yang mengajarkan ke-ESA-an ALLAH.
Ajaran Monotheisme di dalam Kitab Veda, antara lain :
Yajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan, Dia tidak pernah dilahirkan, Dia yg berhak disembahYajurveda Ch. 40 V. 8 menyatakan bahwa Tuhan tidak berbentuk dan dia suciAtharvaveda Bk. 20 Hymn 58 V. 3 menyatakan bahwa sungguh Tuhan itu Maha BesarYajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi TuhanRigveda Bk. 1 Hymn 1 V. 1 menyebutkan : kami tidak menyembah kecuali Tuhan yg satuRigveda Bk. 6 Hymn 45 V. 6 menyebutkan “sembahlah Dia saja, Tuhan yang sesungguhnya”Dalam Brahama Sutra disebutkan : “Hanya ada satu Tuhan, tidak ada yg kedua. Tuhan tidak berbilang sama sekali”.
(http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/)
Ajaran Monotheisme di dalam Veda, pada mulanya berasal dari Brahma (Nabi Ibrahim). Jadi makna awal dari Brahma bukanlah Pencipta, melainkan pembawa ajaran dari yang Maha Pencipta.
4. Nabi Ibrahim mendirikan Baitullah (Ka’bah) di Bakkah (Makkah), sementara Brahma membangun rumah Tuhan, agar Tuhan di ingat di sana (Muhammad in Parsi, Hindoo and Buddhist, tulisan A.H. Vidyarthi dan U. Ali).
Bahkan secara rinci, kitab Veda menceritakan tentang bangunan tersebut : Tempat kediaman malaikat ini, mempunyai delapan putaran dan sembilan pintu… (Atharva Veda 10:2:31) Kitab Veda memberi gambaran sebenarnya tentang Ka’bah yang didirikan Nabi Ibrahim. Makna delapan putaran adalah delapan garis alami yang mengitari wilayah Bakkah, diantara perbukitan, yaitu Jabl Khalij, Jabl Kaikan, Jabl Hindi, Jabl Lala, Jabl Kada, Jabl Hadida, Jabl Abi Qabes dan Jabl Umar. Sementara sembilan pintu terdiri dari : Bab Ibrahim, Bab al Vida, Bab al Safa, Bab Ali, Bab Abbas, Bab al Nabi, Bab al Salam, Bab al Ziarat dan Bab al Haram.
Monotheisme Ibrahim

Peninggalan Nabi Ibrahim, sebagai Rasul pembawa ajaran Monotheisme, jejaknya masih dapat terlihat pada keyakinan suku Jawa, yang merupakan suku terbesar dari Bani Jawi. Suku Jawa sudah sejak dahulu, mereka menganut monotheisme, seperti keyakinan adanya Sang Hyang Widhi atau Sangkan Paraning Dumadi.Selain suku Jawa, pemahaman monotheisme juga terdapat di dalam masyarakat Sunda Kuno. Hal ini bisa kita jumpai pada Keyakinan Sunda Wiwitan. Mereka meyakini adanya ‘Allah Yang Maha Kuasa‘, yang dilambangkan dengan ucapan bahasa ‘Nu Ngersakeun‘ atau disebut juga ‘Sang Hyang Keresa‘.
Dengan demikian, adalah sangat wajar jika kemudian mayoritas Bani Jawi (khususnya masyarakat Jawa) menerima Islam sebagai keyakinannya. Karena pada hakekatnya, Islam adalah penyempurna dari ajaran Monotheisme (Tauhid) yang di bawa oleh leluhurnya Nabi Ibrahim.
sumber:
 http://kanzunqalam.wordpress.com/2010/03/14/misteri-leluhur-bangsa-jawa/

PULAU JAWA NEGRI PARA NABI

EKSPEDISI MENJELAJAH NEGERI PARA NABI”, mereka menemukan bahwa situs Nabi Daud dan Sulaiman ada di Jawa Tengah, sedang situs Nabi Nuh ada di Jawa Timur dimana di daerah ini terdapat kembaran Gunung Ararat di Turki yaitu gunung tempat berlabuhnya perahu Nabi Nuh, fosil perahu ini setelah diteliti archeolog Belanda menyimpulkan bahwa perahu tsb terbuat dari kayu jati berkapur, kayu ini hanya ada di Jawa. Setelah fosil kayu ini umurnya diukur melalui tehnik Isotop C14, ternyata Nabi Nuh hidup setelah zaman Nabi Ibrahim dan tempat tinggalnya di Tanah Jawa, fakta ini tentu memerlukan kajian lebih lanjut apakah benar fosil perahu tersebut adalah fosil perahu Nabi Nuh.


Majalah Times edisi 1 Februrari 2010, memuat pernyataan Ravael Grinberg, seorang dosen di Universitas Tel Aviv.
dalam empat tahun terakhir, berbagai organisasi Yahudi ekstrim sudah mengepung kota Jerussalem untuk melakukan penggalian bawah tanah di sekitar dan bawah Masjid Al Aqsha. Termasuk Organisasi Eilad, yang juga focus bekerja untuk mendirikan pemukiman imigran yahudi di Jerusalem . Selain itu, juga lembaga Eir David yang focus melakukan penggalian di Silwan. Menurut Profesor Finskltain asal Israel , yang juga ilmuwan sejarah di Universitas Tel Aviv,“Mereka yang melakukan penggalian bawah tanah di Jerussalem mencampur adukkan antara agama dengan ilmu pengetahuan. Eilad meyakini dogma agama bahwa ada peninggalan sejarah Daud di sana , tapi sampai sekarang tak pernah ditemukan.”

Selain itu, Profesor Yone Mazarahe, juga pakar arkeologi Israel mengatakan,“Eilad tidak menemukan apapun dari penggalian. Bahkan sekedar plang tulisan “Selamat Datang” di Istana Daud, juga tidak ditemukan. Mereka hanya mendasarkan keyakinan pada teks teks yang dianggap suci oleh mereka sebagai panduan penggalian.”

Dari fakta2 ini, bisa saja kita simpulkan bahwa Bani Jawi (suku2 di Nusantara) ini adalah Bani Israel yang tetap beriman kepada Nabi Musa dan mendiami tanah yang dijanjikan (THE PROMISED LAND) yaitu Benua Atlantis yang sekarang disebut Indonesia, sedang Bani Israel yang berdiaspora ke seluruh dunia adalah mereka yang dikutuk oleh Allah karena mendustakan Nabi Musa AS. Adapun Bani Israel yang sekarang menjajah Palestina sebenarnya Yahudi produk rekayasa, maksudnya Bani Israel dari suku ke 13 yaitu SUKU KAZAR, hasil kawin campur Bani Israel yang berdiaspora dengan penduduk lokal dan saat ini posisinya mayoritas. Klaim atas Yerusalem sebenarnya sebuah kekeliruan yang disengaja, padahal Yerusalem, Temple of Solomon dan Taabut yang mereka cari selama ribuan tahun berada di Tanah Jawa yaitu CANDI BOROBUDUR DAN NEGRI SLEMAN di Yogyakarta.

Dalam Alqur’an “taabut” mempunyai arti “kode rahasia kerajaan” yang disimpan oleh Nabi Daud, saat ini “taabut” tsb sedang dibuka rahasianya melalui candi2 yang dibangun sejak zaman Nabi Sulaiman khususnya “Candi Borobudur”, perlu diingat sebenarnya kata “CANDI” berasal dari kata “SANDI” artinya “KODE RAHASIA”, dengan demikian rahasia jejak para nabi akan segera terkuak setelah ayat Allah berupa tulisan bergambar yang ada pada candi2 di Negeri Sleman di “puzzle”kan dengan ayat2 Allah dalam Alqur’an.

Sebagian besar ummat Islam saat ini terkecoh oleh keyakinan bahwa ” Palestina” adalah negeri yang diberkahi dan Yerusalem adalah kota suci Islam ketiga setelah Makkah dan Madinah, hal ini karena ummat Islam banyak terpengaruh hadits2 Israeliyat khususnya tentang Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Perlu ekstra hati2 dlm mengutip hadits tentang Isra’ Mi’raj karena sebagian besar hadits palsu dan dibuat oleh kaum munafik dari kalangan Bani Israel.

para ahli hadits menyebutnya sebagai HADITS ISRAILIYAT. Karena hadits2 inilah ummat Islam di luar Palestina terseret dalam permusuhan dengan Israel dan menjadikan Yerusalem sebagai kota suci ketiga ummat Islam, padahal waktu kanjeng Nabi Isra’ Mi’raj apa yang disebut Masjidil Aqsa sebenarnya adalah Gereja, waktu itu Yerusalem masih dikuasai Roma.

cobalah kita mengambil ibrah dari kemampuan Nabi Daud As dalam teknologi peleburan besi dan manajemen pengelolaan gunung yang diwariskan di Tanah Jawa ( Atlantis ) banyak meninggalkan bangunan2 misteri semisal Candi Borobudur, Piramida2 Mesir dan Piramida Aztek. Dalam peradaban ini para pendirinya adalah 3 sosok yang luar biasa yaitu Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS dan Ratu Bilqis yang masing2 diberi kelebihan oleh Allah SWT. Sampai saat ini negeri kita adalah satu2nya negeri yang paling banyak diwarisi gunung berapi dan deposit besi titanium tak terbatas, yang tersebar di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa.

Besi titanium ini sejak zaman Nabi Daud sampai sekarang digunakan sebagai bahan baku pembuatan senjata khususnya KERIS, besi titanium ini juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan “PESAWAT RUANG ANGKASA”, dan saat ini disekitar Candi Borobudur sedang dipersiapkan berdirinya Perguruan Tinggi Nuklir yang akan mempersiapkan desain dan pembuatan “PESAWAT PIRING TERBANG” oleh Tim SSQ, hanya dengan menguasai teknologi pesawat piring terbang, ummat Islam bakal mampu mengalahkan Zionis Israel dan para pendukungnya yang cenderung semakin destruktif di muka Bumi,

Yahudi memang hanya bisa dikalahkan oleh Yahudi beriman karena memang kecerdasan dan ilmunya juga sepadan. Tapi aneh bin ajaib, sekarang ini banyak perusahaan2 skala dunia yang secara tersembunyi berafiliasi dengan Israel berlomba-lomba mengajukan ijin untuk mendirikan pabrik peleburan besi titanium di pantai selatan Jawa, sementara perusahaan2 besar lainnya yang sebagian besar juga milik orang Yahudi, baik Yahudi Eropa maupun Amerika sudah malang melintang menguasai hajat hidup bangsa Indonesia, sepertinya mereka akan mengembalikan penjajahan ala VOC tempo dulu (VOC adalah perusahaan milik Yahudi Belanda yang berhasil menjajah Indonesia).

sekiranya sejarah ini benar : “CANDI BOROBUDUR” sebenarnya “KUIL NABI SULAIMAN”, “SLEMAN” sejatinya “NEGERI NABI SULAIMAN” dan “GUNUNG MURIA” adalah “BUKIT ZION” yang dijadikan simbol perjuangan “KAUM ZIONIS ISRAEL”, maka ke depan saya berharap negeri kita akan menjadi faktor penentu “PENYELESAIAN KONFLIK ARAB - ISRAEL” yaitu terjadinya perundingan damai di Indonesia setelah masing2 pihak menyadari bahwa sejatinya “THE PROMISED LAND” adalah Indonesia.

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia (QS 3:96)

Ka’bah yang kita lihat sekarang adalah Bangunan berbentuk Kubus dengan ruang yang pernah mengalami beberapa renovasi mengingat usia dan adanya bencana. Renovasi kemungkinan dilakukan untuk meremajakan, merubah bentuk atau memperluas ruang. Renovasi yang pernah terjadi antara lain ketika Ka’bah dibangun kembali setelah rusak gara-gara banjir sekitar tahun 600 M dimana pada saat itu Rasulullah (sebelum jadi nabi), menjadi pihak yang meletakkan kembali Hajar Aswad (Batu Hitam), yang sempat menjadi perselisihan petinggi Suku Quraisy.

Berhubung tidak ada sumber pasti bagaimana bentuk Ka’bah pertama kali maka aku asumsikan bentuk Ka’bah pertama kali kemungkinan Piramid

Kalau kita baca QS 2:127 diatas, kita bisa memahami lain lagi bahwa seolah-olah sebelum Ibrahim dan Ismail sampai ke lembah Bakah (Mekah), Ka’bah sebenarnya sudah ada. Hal itu bisa kita baca dari kallimat “meninggikan dasar-dasar”, lantas siapa yang membangun dasar Baitullah (Ka’bah) sebelum mereka hadir?. Apakah Adam atau Nuh atau malaikat?. Seperti kita ketahui ada beberapa riwayat yang mengatakan bahwa sebelum ada manusia Malaikat sering melakukan thawaf diatas daerah tersebut (hanya Allah yang tahu).

Nabi Ibrahim selain sebagai manusia yang membangun Tempat Ibadah pertama kali, juga merupakan Imam bagi seluruh manusia. Itulah mengapa pengaruhnya menyebar ke banyak bangsa di dunia, termasuk bentuk tempat ibadah yang menyerupai Ka’bah. Nabi Ibrahim sebagai Imam bagi umat manusia

Pada awalnya tentu pengaruh yang disebarkan oleh nabi Ibrahim adalah ajarannya yang monotheisme (Tauhid) dan bentuk tempat ibadahnya. Jika ajarannya menyebar maka bentuk tempat ibadahnya juga akan menyebar. Itulah mengapa pada jaman kuno bentuk rumah ibadah mereka hampir semuanya berbentuk menyerupai Ka’bah (Piramid).

Orang Jawa sebelum datangnya Islam percaya akan adanya monoteisme (Sang Hyang Widhi). Dan bahwa di dalam naskah-naskah Kuno Bangsa Jawa disebutkan bahwa Batara Brahma merupakan leluhur dari raja-raja di tanah Jawa. Brahma merupakan nama lain Ibrahim..

Pendapat mengenai Bani Jawi yang merupakan keturunan Nabi Ibrahim bisa anda cari sendiri di Gugel. Secara sempit Bani Jawi mengacu ke Jawa tetapi secara Luas Bani Jawi antara lain meliputi “Sunda, Sumatra, Bugis dll” yang berasal dari garis Kentura (Istri nabi Ibrahim yang lain)

apabila anda berkunjung ke situs resmi Israel misalnya di Kantor Perdana Menteri Israel dan Kantor Kedubes Israel di seluruh dunia terpampang nama Ibukota Israel : JAVA TEL AVIV / JAWA TEL AVIV, dan MAHKOTA RABBI YAHUDI yang menjadi imam Sinagog pake gambar RUMAH JOGLO JAWA.

nama Sulaiman menunjukkan sebagai nama orang Jawa. Awalan kata ‘su’merupakan nama-nama Jawa. Dan, Sulaiman adalah satu-satunya nabi dan rasul yang 25 orang, yang namanya berawalan ‘Su’.

BERbagai artEfak yang penuh misteri dan mengundang pertanyaan seperti penemuan keris di sebuah kuil purba di Okinawa JepANG,kendi purba yang sama di Vietnam,Kemboja dan Pahang,penemuan kota purba yang dinamakan Jawi/Jawa di Jordan dan juga penemuan keris purba di Rusia.

Bani Jawi Keturunan Nabi Ibrahim

Di dalam Kitab ‘al-Kamil fi al-Tarikh‘ tulisan Ibnu Athir,
menyatakan bahwa Bani Jawi (yang di dalamnya termasuk Bangsa Sunda, Jawa, Melayu Sumatera, Bugis, dsb), adalah keturunan Nabi Ibrahim.
Bani Jawi sebagai keturunan Nabi Ibrahim, semakin nyata, ketika baru-baru ini, dari penelitian seorang Profesor Universiti Kebangsaaan Malaysia (UKM), diperoleh data bahwa, di dalam darah DNA Melayu, terdapat 27% Variant Mediterranaen (merupakan DNA bangsa-bangsa EURO-Semitik).
Variant Mediterranaen sendiri terdapat juga di dalam DNA keturunan Nabi Ibrahim yang lain, seperti pada bangsa Arab dan Bani Israil.

Brahma adalah Nabi Ibrahim

leluhur bangsa jawa
Di dalam Mitologi Jawa diceritakan bahwa salah satu leluhur Bangsa Sunda (Jawa) adalah Batara Brahma atau Sri Maharaja Sunda, yang bermukim di Gunung Mahera. Selain itu, nama Batara Brahma, juga terdapat di dalam Silsilah Babad Tanah Jawi. Di dalam Silsilah itu, bermula dari Nabi Adam yang berputera Nabi Syits, kemudian Nabi Syits menurunkan Sang Hyang Nur Cahya, yang menurunkan Sang Hyang Nur Rasa. Sang Hyang Nur Rasa kemudian menurunkan Sang Hyang Wenang, yang menurunkan Sang Hyang Tunggal. Dan Sang Hyang Tunggal, kemudian menurunkan Batara Guru, yang menurunkan Batara Brahma.
Berdasarkan pemahaman dari naskah-naskah kuno bangsa Jawa, Batara Brahma merupakan leluhur dari raja-raja di tanah Jawa.

Mitos atau Legenda, terkadang merupakan peristiwa sejarah. Akan tetapi, peristiwa tersebut menjadi kabur, ketika kejadiannya di lebih-lebihkan dari kenyataan yang ada.
Mitos Brahma sebagai leluhur bangsa-bangsa di Nusantara, boleh jadi merupakan peristiwa sejarah, yakni mengenai kedatangan Nabi Ibrahim untuk berdakwah, dimana kemudian beliau beristeri Siti Qanturah (Qatura/Keturah), yang kelak akan menjadi leluhur Bani Jawi (Melayu Deutro).
Dan kita telah sama pahami bahwa, Nabi Ibrahim berasal dari bangsa ‘Ibriyah, kata ‘Ibriyah berasal dari ‘ain, ba, ra atau ‘abara yang berarti menyeberang. Nama Ibra-him (alif ba ra-ha ya mim), merupakan asal dari nama Brahma (ba ra-ha mim).
Beberapa fakta yang menunjukkan bahwa Brahma yang terdapat di dalam Mitologi Jawa adalah Nabi Ibrahim, di antaranya :
1. Nabi Ibrahim memiliki isteri bernama Sara, sementara Brahma pasangannya bernama Saraswati.
2. Nabi Ibrahim hampir mengorbankan anak sulungnya yang bernama Ismail, sementara Brahma terhadap anak sulungnya yang bernama Atharva (Muhammad in Parsi, HindoO and Buddhist, tulisan A.H. Vidyarthi dan U. Ali)

Mitos Brahma sebagai leluhur bangsa-bangsa di Nusantara, boleh jadi merupakan peristiwa sejarah, yakni mengenai kedatangan Nabi Ibrahim untuk berdakwah, dimana kemudian beliau beristeri Siti Qanturah (Qatura/Keturah), yang kelak akan menjadi leluhur Bani Jawi (Melayu Deutro).
Dan kita telah sama pahami bahwa, Nabi Ibrahim berasal dari bangsa ‘Ibriyah, kata ‘Ibriyah berasal dari ‘ain, ba, ra atau ‘abara yang berarti menyeberang. Nama Ibra-him (alif ba ra-ha ya mim), merupakan asal dari nama Brahma (ba ra-ha mim).
Beberapa fakta yang menunjukkan bahwa Brahma yang terdapat di dalam Mitologi Jawa adalah Nabi Ibrahim, di antaranya :
1. Nabi Ibrahim memiliki isteri bernama Sara, sementara Brahma pasangannya bernama Saraswati.
2. Nabi Ibrahim hampir mengorbankan anak sulungnya yang bernama Ismail, sementara Brahma terhadap anak sulungnya yang bernama Atharva (Muhammad in Parsi, HindoO and Buddhist, tulisan A.H. Vidyarthi dan U. Ali).

Sudahkah anda tahu bahwa Nabi Adam kakeknya semua manusia berdasarkan keterangan Kitab Suci, ia diciptakan dari tanah liat (at-thin).

di arab adakah tanah liat?????

Secara ilmu kirology (kiro-kiro logos) awam saja kita tak percaya bahwa tanah liat itu dari negeri yang gersang. Tak mungkin lah, karena untuk bikin “cetakannya manusia” yang berupa Adam harus dibutuhkan tanah lempung yang kualitas wahid.

Dikatakan at-thin atau tanah liat, karena tujuh puluh persen kandungan tanah itu berupa air. Ini bisa anda kaitkan dengan tubuh manusia yang didominasi oleh air, dan katanya sih sampai tujuh puluh persen. Juga kategori teori mickrokosmos yang berujar bahwa bumi itu replica dari jasad manusia, sehingga bisa dipersamakan kandungan airnya jika dilihat dari luasan bumi yang dihuni air mencapai tujuh puluh persen.

Maka tak mungkin tanah itu diambilkan dari daerah Timur Tengah yang jarang hujan itu. Yang saya tahu, tanah liat itu dipungut di dataran paling subur di dunia, yakni di Djawadwipa (JAWA YANG SUBUR)..

Secara teori pun dalam sejarah pernah disebutkan bahwa negeri yang paling subur di kawasan buana ini adalah negeri yang banyak terdapat jajaran gunung berapi. Kita juga bisa melacak sejarah yang mengatakan bahwa sumber peradaban manusia pertama sebelum Yunani adalah di wilayah yang banyak gunung berapinya. Sejarawan Spanyol pernah bilang seperti itu. Ini indikasi bahwa manusia Indonesia memang sebagai akarnya semua manusia di dunia.

Kita juga bisa menggunakan fasilitas google earth untuk keliling sekedar melihat warna tanah di beberapa negara. Coba bandingkan di antara wilayah-wilayah mana, yang hijaunya lebih memikat dibandingkan dengan kawasan Indonesia ini. Makanya dijuluki sebagai zamrud katulistiwa.

Maulana Abdulmalik Israel: Yahudi Penyebar Islam Tanah Jawa

Yahudi. Satu kata itu menjadi satu makian konspiratif bagi muslim, tidak hanya kalangan fundamentalis, tetapi juga tradisionalis. Setiap ada budaya yang dilihat sebagai sesuatu yang menggerogoti tradisi keislaman selalu dikaitkan dengan upaya Yahudi dalam melemahkan iman masyarakat muslim. Demikian, ungkap Martin Van Bruinessen dalam sebuah ceramah yang disampaikan pada Institut Dialog Antar Iman (DIAN), Yogjakarta tahun 1993.

Tetapi, tahukah kita, bahwa ada seorang etnis Yahudi kelahiran Andalusia pada abad kelima belas masehi adalah salah satu penyebar Islam di pulau Jawa. Dialah Maulana Abdulmalik Israel yang semula seorang Yahudi yang konversi menjadi muslim, demikian dituliskan oleh Kyai Haji Muhammad Solikhin, seorang ulama yang mengasuh pesantren di Boyolali, dalam triloginya tentang Syeikh Siti Jenarnya. Bahkan, dalam buku yang ditulis oleh Ibnu Batutah, konon Maulana Malik Israel adalah salah satu anggota dari dewan Wali Sanga angkatan pertama, selain Syeikh Subakir, Syeikh Hassanuddin dan beberapa penyebar Islam pertama di Jawa. Maulana Malik Israel adalah seorang sufi yang meninggalkan tradisi Andalusia, tempat kelahirannya, sehingga tidak melulu mengandalkan rasionalisme yang telah menyebabkan kejatuhan Andalusia.

Maulana Malik Israel bersama anggota dewan Wali Songo menyebarkan Islam hingga akhirnya hayatnya. Konon, beliau dikuburkan di sebuah bukit kecil di tepi Teluk Banten, Bojonegara, Kab. Serang, utara Kota Cilegon. Tampaknya, bukit itu dipilih pertama kali oleh Maulana Malik Israel sebagai ulama yang lebih tua dari Syeikh Sholeh bin Abdurrahman seorang penyebar Islam yang hidup pada masa Maulana Hassanuddin. Bukit itu berada pada lokasi yang memiliki titik pandang yang cukup indah ke arah barat sehingga dapat menjadi proyeksi tafakur pada saat menyepi. Masyarakat menyebut bukit itu dengan Gunung Santri. Konon, daerah itu adalah tempat santri belajar kepada guru ulama tersebut.

Pada masa selanjutnya, daerah itu disebut dengan nama Kampung Beji. Sebuah kampung yang kemudian menjadi basis pergerakan perlawanan masyarakat Banten terhadap Hindia Belanda pada akhir abad ke-19 hingga masa kemerdekaan. Salah satu inspirator perlawanan itu adalah Maulana Malik Israel, selain tentunya Sultan Ageng Tirtayasa, musuh utama VOC.

Inspirasi itu masuk dalam beberapa bentuk, antara lain melalui keturunannya yang tersebar di hampir seluruh tanah banten. Salah satu keturunannya adalah Syeikh Jamaluddin yang dimakamkan di dekat Pelabuhan Merak. Keturunan Maulana Malik Israel konon dinikahi oleh kakek dari Syarif Hidayatullah. artinya, secara tidak langsung Syarif Hidayatullah sebagian dari dirinya berdarah Israili, selain berdarah Husseini. Jejak dari penghormatan kepada Maulana Malik Israel ini disebutkan dalam silsilah Maulana Hassanuddin yang disebutkan dalam Sejarah Banten dengan nama Sultan Bani Israel. Inspirasi itu, selain melalui darah genetik, adalah tradisi wasilah dalam doa yang dipanjatkan dalam setiap memulai doa, hizib atau munajat oleh masyarakat Banten.

Dus, Yahudi bagi orang Islam tidak melulu distigmakan oleh muslim sebagai musuh pengrusak iman ummat Islam, tetapi ada juga seorang Yahudi yang mendapatkan penghormatan sebagaimana para wali penyebar Islam di Jawa lainnya.{annuri furqon}

Makhluk Dari Planet Mana Israel Ini
Makhluk dari mana Israel ini, adigang adigung adiguna, boleh melakukan apa saja, pembunuhan massal, penggusuran besar-besaran, pemberangusan dan pemusnahan atas umat manusia dan nilai-nilai kemanusiaan, kapan saja dia mau, tanpa sanksi yang memadai dari pihak manapun di muka bumi.

Nama kelompok kebangsaannya disebut paling banyak di Alquran, bahkan dipakai sebagai nama Surah. Beberapa identifikator sejarah penciptaan oleh Tuhan menyimpulkan yang disebut ‘’Dajjal’’, perusak dunia kelas wahid, berasal dari suku Yahudi ini dan berambut keriting. Tapi orang tidak benar-benar berani mengutuknya karena mereka keturunan Nabi Besar yang amat kita takdzimi, yakni Ibrahim AS, entah dari beliau Ismail atau Ishaq. Dan kemah ajaran beliau, millah Ibrahim, adalah induk segala ajaran, teologi monotheisme, nama beliau kita sebut pada rakaat salat kita semulia kekasih Allah, Muhammad SAW junjungan kita semua.

Mayoritas aset moneter global dan segala jenis modal perekonomian, bank dunia dan institusi-institusi keuangan primer dunia dipegang oleh turunan beliau dan strategi pengelolaannya sampai ke Kongres Amerika Serikat berada di genggaman turunan yang lain dari beliau juga. Sejumlah futurolog ekonomi menganjurkan anak-anak kecil sekarang mulailah diajari berbahasa Arab karena akan menjadi bahasa utama dunia: pergilah cari kerja ke Negeri koalisi 16 Pangeran di Jazirah Arab. Bahasa Ibrani tak perlu dipelajari, karena para fungsionaris dari Israel mungkin lebih pandai berbahasa Arab dibanding Raja Saudi dan lebih mlipis berbahasa Indonesia dibanding orang Indonesia.

Anda tidak akan paham menemukan peta Indonesia Raya dijadikan center display di sebuah web Israel dan Amerika Serikat. Juga agak miris melihat tanda warna merah pada daerah tertentu dari Nusantara. Di Belanda, November 2008 saya ngobrol panjang dengan pemimpin Yahudi internasional Rabi Awraham Suttendorp yang sangat mengenal Indonesia lebih detail dari kebanyakan orang Indonesia sendiri, sebagaimana di kantor Perdana Menteri Israel Anda bisa dolan ke sana dan melirik ruangan khusus yang berisi segala macam data tentang Indonesia segala bidang yang di-update setiap pekan.

Israel juga punya situs berbahasa Indonesia. Kepada Rabi saya tanyakan kenapa disain tengah atas atau puncak mahkota keagamaan yang beliau pakai memimpin peribadatan di Synagoge sama dengan disain bagian atas rumah-rumah Pulau Jawa bagian utara. Kenapa ibukota Israel tidak Tel Aviv saja tapi Java Tel Aviv. Kenapa kantor-kantor Yahudi di berbagai negara pakai kata Java. Apa pula hubungan dua konsonan yang sama itu: J dan W. Jewish dan Jawa. Mana yang lebih tua: Jewish atau Jawa. Kalau Sampeyan keturunan Nabi Ibrahim, apakah nenek moyang kami manusia Nusantara yang seluruhnya berpuluh abad yang lalu disebut Jawa atau Jawi adalah ‘’keponakan’’-nya Ibrahim ataukah lebih tua dari Ibrahim.

Dari dunia Jawa dimunculkan sedikit informasi bahwa beberapa waktu yang akan datang akan terjadi hasil ‘’taruhan’’ antara Yahudi (Jewish) dengan Jawa (bukan Jawa non-Sunda non-Batak dalam pengertian 100 tahun terakhir): Kalau Yahudi yang memenangkan persaingan memimpin dunia, maka mereka akan ajak Jawa menjadi rekanan kerja. Kalau Jawa yang ‘’juara’’ mereka akan berguru kepada Jawa. 

Suku jawa sdh sejak dulu menganut monotheisme spt keyakinan adanya Sang Hyang Widhi atau sangkan paraning dumadi. Selain suku jawa pemahaman monotheisme juga tdpt di dalam masyarakat sunda kuno. hal ini bisa kita jumpai pd keyakinan sunda wiwitan mereka meyakini adanya Allah Yang Maha Kuasa yg dilambangkan dgn ucapan bahasa “nu ngersakeun” atau disebut juga Sang Hyang Keresa. Adalah wajar mayoritas bani jawi menerima islam sbg penyempurna ajaran monotheisme (tauhid) yg dibawa leluhur nb Ibrahim a.s.
Kita telusuri bait 28 kitab Musarar Jayabaya “Prabu tusing waliyullah, kadhatone pan kalih, ing mekah ingkang satunggal, tanah jawi kang sawiji ……………….”(raja utusan waliyullah berkedaton dua di mekah yg pertama, tanah jawi yg satu ….)

Sumber http://ketutsanjaya78.blogspot.com

ANTARA JAWA DAN YAHUDI

JAWA = JEWISH (YAHUDI) DAN BENANG MERAH DIANTARANYA

Sengaja saya melengkapi olah pikir dari KH. MH. Ainun Najib, Utusan Kaisar Tiongkok, KH. Fahmi Basya, kelompok penelitimuda Turangga Seta dan pendapat saya sendiri dalam hipotesa dibawah ini.

“Anda tidak akan paham bila menemukanpeta Indonesia Raya dijadikan center display di sebuah web Israel dan AmerikaSerikat (www.us-israel.org).  Juga agak miris melihat tanda warna merah padadaerah tertentu dari Nusantara” ujar Kyai (“mbelis”) MH. Ainun Najib. Di Belanda November 2008 saya ngobrol panjang dengan pemimpin Yahudi internasionalRabi Awraham Suttendorp yang sangat mengenal Indonesia lebih detail dari kebanyakan orang Indonesia sendiri, sebagaimana di kantor Perdana Menteri Israel Anda bisa dolan (“main”) ke sana dan melirik ruangan khusus yang berisi segala macam data tentang Indonesia segala bidang yang di-update setiap minggu.

Israel juga punya situs berbahasa Indonesia. Kepada Rabi saya tanyakan kenapa disain tengah atas atau puncak mahkota keagamaan yang beliau pakai memimpinperibadatan di Synagogue (rumah ibadah Yahudi) sama dengan disain bagian atasrumah-rumah di Pulau Jawa bagian Utara. Kenapa ibukota Israel tidak Tel Avivsaja tapi Java Tel Aviv. Kenapa kantor-kantor Yahudi di berbagai Negara pakaikata Java. Apa pula hubungan dua konsonan yang sama itu: J dan W. Jewish dan Jawa. Mana yang lebih tua: Jewish atau Jawa. Kalau Sampeyan keturunan Nabi Ibrahim, apakah nenek moyang kami manusia Nusantara yang seluruhnya berpuluh abad yang lalu disebut Jawa atau Jawi adalah ‘keponakan’nya Ibrahim ataukah lebih tua dari Ibrahim.

Dari dunia Jawa dimunculkan sedikit informasi bahwa beberapa waktu yang akandatang akan terjadi hasil “taruhan” antara Yahudi (Jewish) dengan Jawa (bukanJawa non-Sunda non-Batak dalam pengertian 100 tahun terakhir): Kalau Yahudiyang memenangkan persaingan memimpin dunia, maka mereka akan ajak Jawa menjadirekanan kerja. Kalau Jawa yang ‘juara’ mereka akan berguru kepada Jawa. (Dan hari ini kompetisi Jawa vs Jewish ini sedang terjadi dimana skor terunggulmasih dipegang Jewish alias Yahudi alias Israel-imbuh admin NHD).

Hari ini mayoritas asset moneterglobal dan segala jenis modal perekonomian, bank dunia, dan institusi-institusikeuangan primer dunia dipegang oleh turunan beliau (Yahudi Israel), danstrategi pengelolaannya sampai ke Kongres Amerika Serikat berada di genggamanturunan yang lain dari beliau juga. Sejumlah futurolog ekonomi menganjurkananak-anak kecil sekarang mulailah diajari berbahasa Arab karena akan menjadi bahasa utama dunia: pergilah cari kerja ke Negeri koalisi 16 Pangeran di Jazirah Arab. Bahasa Ibrani tak perlu dipelajari, karena para fungsionaris dari Israel mungkin lebih pandai berbahasa Arab dibanding Raja Saudi dan lebih mlipis berbahasa Indonesia dibanding orang Indonesia” imbuh MH. Ainun Najib.

“Perlu diketahui, harta kekayaanyang ada (yang tersimpan di Federal Reserve USA, Herritage Foundation, UBS,Swiss, Inggris, Rusia dan 400 Bank besar di dunia) ini berkaitan dengan(sejarah penyatuan kekayaan hasil pernikahan) Nabi Sulaiman dan Ratu Syeba (Bilqis)dan setelah Sulaiman wafat, maka kekayaan ini dikelolah oleh mereka yangberdarah Sulaiman di tanah Nusantara ini, termasuk PB X, Jadi kalau mau dikata,mereka ini adalah keturunan Yahudi juga, dan (asal) para turunan raja-raja yangada didunia (saat) ini, adalah keturunan yang berhubungan darah dengan Raja Sulaiman ini, yang notabene Yahudi juga.

Namun sejarah mencatat adanya cloning (penggandaan) berupa dokumen keuangan ini yang kemudian diputar dandikelola oleh organisasi dibawah Freemason, yang dilakukan secara arus kerasuntuk kepentingan mereka, sedang para pemegang fisik asli bergerak secara tersembunyi.

Saat ini sudah mencapai tahapkrusial, tatatan dunia baru pasti terjadi, mereka yang memegang perputaran uangmenggunakan dokumen telah diputihkan. Namun rencana mereka membuatnegara-negara kecil setelah perang dunia ke-2 telah berjalan, termasukIndonesia yang boleh dikatakan sebenarnya “kudeta” kepada Kerajaansaat berdirinya. Ini yang menyebabkan absurd, dan negara kita adalah negaradagelan saat ini, Sorry Indonesia dimata para sesepuh (Nusantara) tidak pernahbenar disebut negara, karena bukan negara, namun pemerintahan administratif, sama seperti Belanda dan Jepang saat menduduki Nusantara kita ini” tukas Sang Utusan Tiongkok ini.

Hasil riset Lembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan yang dipimpin oleh KH. Fahmi Basya, dosenMatematika Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, bahwa sebenarnya “CandiBorobudur” adalah bangunan yang dibangun oleh “Tentara Nabi Sulaiman” termasukdidalamnya dari kalangan bangsa Jin dan Setan yang disebut dalam Alqur’ansebagai “Arsy Ratu Saba”, sejatinya PRINCE OF SABA atau “RATU BALQIS” adalah“RATU BOKO” yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Jawa, sementara patung-patungdi Candi Borobudur yang selama ini dikenal sebagai patung Budha, sejatinyaadalah patung model bidadara dalam sorga yang menjadikan Nabi Sulaiman sebagaimodel dan berambut keriting. Dalam literatur Bani Israel dan Barat, bangsaYahudi dikenal sebagai bangsa tukang dan berambut keriting, tetapi faktanyajustru Suku Jawa yang menjadi bangsa tukang dan berambut keriting (perhatikanpatung Nabi Sulaiman di Candi Borobudur ).

Kesimpulannyabahwa “SUKU JAWA” disebut juga sebagai “BANI LUKMAN” karena menurut karakternyasuku tersebut sesuai dengan ajaran LUKMANUL HAKIM sebagaimana tertera dalamAlqur’an. Dan satu-satunya nabi yang termaktub dalam Alqur’an, yang menggunakannama depan SU hanya Nabi Sulaiman dan negeri yang beliau wariskan negerinyadiperintah oleh keturunannya yang juga bernama depan “SU” yaitu Sukarno,Suharto, dan Susilo serta meninggalkan negeri bernama SLEMAN di Jawa Tengah.Nabi Sulaiman mewarisi kerajaan dari Nabi Daud yang dikatakan didalam Alqur’andijadikan Khalifah di Bumi ( menjadi Penguasa Dunia dengan Benua Atlantissebagai Pusat Peradabannya), Nabi Daud juga dikatakan raja yang mampumenaklukkan besi (membuat senjata dan gamelan dengan tangan, beliau jugabersuara merdu) dan juga menaklukkan gunung hingga dikenal sebagai Raja Gunung.Di Nusantara ini yang dikenal sebagai Raja Gunung adalah “SYAILENDRA” , menurutDr. Daoed Yoesoef nama Syailendra berasal dari kata Saila dan Indra, Saila = Gunung dan Indra = Raja. (negeri yang dikelilingi oleh gunung berapi aktif satu-satunya di dunia hanya INDONESIA, dan penguasanya disebut RAJA GUNUNG dan sebutan sebelumnya ialah RAJA API untuk Ravhana.

Jadi sebenarnya Bani Israel yang sekarang menjajah Palestina bukan keturunan Israelasli yang hanya terdiri 12 suku, tapi mereka menamakan diri suku ke 13 yaitu Suku Khazar (asalnya dari Asia Tengah) hasil perkawinan campur Bani Israel yang mengalami diasporadengan penduduk lokal, suku Khazar ini mayoritas di seluruh dunia. Sedang Yahudi asli menghilang yang dikenal sebagaisuku-suku yg hilang “The Lost Tribes” dimana mereka pergi ke timur dan banyakyg menuju ke “THE PROMISED LAND” yaitu negari INDONESIA ini.

Kembali sebagai penguasa asset dunia Yahudi Israel yang kini dikuasai kaum Yahudi Khazar Israel menguasai 100% perekonomian dunia menjadikan mereka tuan dari perbudakanbaru (yang tidak terlihat) yaitu menghisap produktivitas manusia yangditukarkan dengan uang yang mereka atur nilai tukarnya sekehendak hati mereka. Dengan demikian semakin giat anda kerja nilai tukarnya senantisa melorot hinggatak terpenuhi impian anda sedangkan keuntungan mereka (pembuat uang) semakinmeroket bertambah kaya dan arogan berkuasa. Hanya dengan mengenali kejahatanmereka maka kejahatan mereka dapat dihentikan dan menggantikan peran mereka.Hanya Bangsa Indonesia yang punya perjanjian sakti Green Hilton Agreement (GHA) 1963 antara JF Kennedy dengan Soekarno yang dapat membuka mata manusia duniaatas kejahatan yang ada dibalik sandiwaraekonomi-politik-sosial-budaya-keamanan di panggung mimpi dunia saat ini (yang kekal nanti di akherat).

Kekuatanterpendam dari tuntutan bangsa Indonesia tentang EMAS yang dikangkangin Yahudi Khazar Israel (yang diaku-aku sebagai modal bisnis mereka) melalui gugatan GHA 1963 inilah yang dapat menghentikan ketidak-adilan, peperangan, keserakahan danperilaku a susila/ a moral/ anti-sosial manusia di hari ini, dengan membuka kebobrokan Yahudi Israel dan sekutunya maka kepercayaan masyarakat ekonomi dunia akanruntuh dan meninggalkan mereka menuju ke pemilik yang baru. Dan pemilik itu taklain adalah Bangsa Melayu Nusantara  (Indonesia). Efek domino dari gugatan ini adalah berhenti beroperasinya FED dari gugatanmodal mereka 57.147 ton emas 24 karat, lalu diikuti gugatan kepada HerritageFoundation yang memiliki saham di lebih dari 400 bank sentral dan bank besardidunia, mereka akan bangkrut dalam satu malam, Armagedon pun terjadi esok paginya bagi orang-orang serakah yang masih berharap bisa menindas orang dalamperbudakan 500 tahun terakhir dan armagedon berakhir dengan kelelahan dan kepasrahan untuk mengikuti system ekonomi tolong menolong tanpa bunga uang riba.

Yang pertama menyebabkan Yahudi Khazar Israel senantiasa cemas akan gerakan di Indonesia yang mulai menyatu-nyatukan puzzle-puzzle sejarah yang kian nyatadibuktikan dari temuan arkeologi, temuan catatan-catatan sejarah hingga gugatanatas siapa arsitek kekacauan dunia saat ini. Inilah yang menyebabkan Israel dan sekutunya menempatkan Indonesia sebagai target intelejen dan perang psikologis-nyaagar Bangsa Melayu Nusantara ini tidak terbangun atas kesadaran siapa jati dirinya yang bisa merusak status quo zona kenyaman mereka memperbudak manusia bangsa Melayu Nusantara dan dunia atas nama ekonomi kapitalis liberal dan elemen doktrin pendukungnya (seperti republik, demokrasi, emansipasi, tatanan dunia baru dsb.).

Sedangkan disatu-sisi mereka ingin mempertahankan posisinya sebagai Yahudi jadi-jadian yang diterima keturunan Suku Yahudi asli yang tersisa serta intregritas masyarakat dan hukum dunia, dengan membawa budaya dari asal-usul nenek moyang asli Yahudidari Asia Timur, Melayu Nusantara, inilah kenapa symbol-simbol budaya Jawa dibawa kepada instrument keagaamaan mereka. Sikap ini diambil untuk menutupi kebohongan mereka tentang asal-usul suku Yahudi Khazar Israel sesungguhnya hingga kebinasaan mereka kelak.

Yahudi asli mengetahui dengan pasti dan jelas bahwa cepat atau lambat mereka akan pulang ke negerinya yaitu JAVA the Promised Land karena disana mereka akanbertemu saudara tuanya bangsa Lemuria, suatu benua tersembunyi di muka bumi iniyang hanya terbuka bila mereka berhasil menguasai cara berpikir Jawa yang akan membuka pintu gerbang “Star Gate” menuju teknologi ultra-canggih yang dimilikioleh negeri fatamorgana di Selatan laut Jawa ini. Negeri Lemuria masih adahingga kini dan berhubungan dengan penguasa Jawa trah Sulaiman terakhir dankeyakinan Yahudi kuno inilah yang ditunggangngi Yahudi Khazar Israel untuk menguasai tanah Indonesia tanpa diketahui maksudnya sama si Empunya negeri.

Semuayang ada didunia telah dikuasai Yahudi Khazar Israel kecuali SATU yaitu KEABADIAN di dunia dan mereka ingin menguasai TEKNOLOGI bangsa Lemuria yang diyakinidapat menghindari Kiamat dari Tuhan sebagaimana yang mereka idam-idamkan untukmenghindari siksa api neraka. Teknologi Lemuria sebanding dengan teknologi Atlantis yang telah terkubur ratusan meter dibawah tanah Indonesia akibatprahara bencana letusan gunung berapi disekelilingnya. Keunggulan teknologiLemurian tak terbayangkan oleh manusia yang hidup disisi benua lainnya, padahalmereka eksis tapi tak mau diketahui manusia disisinya. Salah satu kemampuanmereka adalah pengendalian pikiran (yang kata orang kita disebut santet),berbicara dengan telepati, berbicara dengan binatang, menembus batas dimensijin dan setan hingga mereka mampu berinteraksi dan hal ini yang dikatakan orang kita terhadap aksi agen Lemurian disekitar “Star Gate” sebagai hal ghaib, sakral,mistis semua ini buah dari ilmu yang mereka warisi dari Nabi Sulaiman (Attala)yang mempermaisuri ratu Lemuria. Teknologi Lemuria lainnya adalah tele-transportasi (memindahkan materi tanpa pesawat), teknologi anti-materi danre-struktur materi yang menyebabkan tubuh mereka mampu mengikuti perjalananberjelajah kecepatan cahaya dalam perjalanan antar galaksi (hal ini hanyadiberikan Allah kepada para Nabi-Nya dan terakhir adalah peristiwa Isra-MirajNabi Muhammad SAW), teknologi reaksi nuklir air sebagai bahan bakar, teknologi heksagram yang memberikan manfaat keseimbangan fungsi organ tubuh dan usia yang panjang dengan perawatan yang tepat.

Yahudi Khazar bukan bangsa yang bodoh mereka sedikit mewarisi kecerdasan Nabi-NabiAllah dari hasil pernikahan paksa dengan wanita dari 12 suku asli Yahudi yangkini telah menjelma menjadi warga Afrika, Ambon, Papua hingga Austronesia,sedikit yang diinformasikan asal-usul keturunan Yahudi asli karena para leluhurmereka takut akan adanya pengejaran oleh para kstaria templar yang hendakmembunuh mereka hingga mereka diselamatkan oleh kapal-kapal saudagar Nusantarayang berlabuh di Andalusia dan pelabuhan lain di Spanyol. Kelak pengejaran iniberubah menjadi perampokan dengan dalih 3G; Gold, Gospel, Glory didukungpolitik Yahudi Khazar yang telah berubah wujud baru organisasi berstrukturmodern yang dipelopori keturunan ambisius mereka bernama Rotschild, pendiri gerakan persaudaraan persekutuan manusia dan setan: Illuminati dan melengkapinya dengan mendirikan front humas mereka: Freemason, agar sepak terjang berdarah dalam sejarah +2100 tahun peradaban manusia sebelumnya tertutup oleh aksi pura-pura membela kemanusiaan dan sejarah tertulis yang mereka karang sendiri.

Apakah segala perbuatan Yahudi Khazar ini diketahui leluhur Nusantara? Ya pasti,karenanya para leluhur Nusantara yang merupakan pemimpin asli dari garisketurunan Nabi Sulaiman dibantu saudaranya Lemurian melakukan hijrah sementara kealam trans-media disebut moksa bersama pengikut setianya. Kemampuan Lemuriandalam menghilangkan pandangan daratan seluas 2 juta kilometer persegi daripantauan diteksi canggih NASA dan alat super canggih yang mereka miliki adalahkemampuan olah hologram raksasa dan kemampuan menghilangkan 2/3 Pulau Jawa daripandangan manusia awam adalah kemampuan olah elektro-magnetik (kini sebagianorang awam menyebutnya daerah angker karena banyak orang yang tersesat tanpadisadarinya dalam pandangan 1 meter mereka telah berpindah sisi dimensi yangtak terlihat orang awam). Benua Lemurian juga menyerap benda asing yangmelintasinya pada interval terbuka maka orang Barat menyebutnya misteri segitigaBermuda. Teknologi Lemuria ini yang dicari Illuminati dan Negara sekutu ataspetunjuk informasi dari setan dan jin murtad didukung sedikit mahluk sebelumLemurian yang telah berada di galaksi lain yang berkomunikasi dengan bahasasandi “Crop Circle” yang menginformasikan berita dari sinyal-sinyal korespondensi Lemurian yang disadap UFO dan diteruskan kepada rezim Illuminatidi dimensi bumi yang lain.

Trah Atlantis terakhir adalah Raja Siliwangiyang “dihilangkan” dan kelak mengawal keluarnya Sang Imam Mahdi pemimpinspiritual penunjuk arah bagi manusia yang beriman kepada Allah dari kepanikanArmagedon. Intelejen Lemuria kini ini banyak berbaur ditengah masyarakat Jawadan Indonesia, oleh karenanya banyak cerita misteri hari ini terdengarsuara-suara derap kaki tentara, ringkik kuda dan tetabuhan pengiring namunmasyarakat awam tak dapat melihat. Kemampuan komunikasi dengan hewanmempermudah mereka melacak keberadaan musuh Nusantara, hal ini yang mendorongBarat mempropagandakan dorongan pertumbuhan ekonomi dengan industri perusakhutan-hutan di Jawa dan Nusantara agar agen intelejen Lemuria semakin terjepitdan minim informasi. Agen Illuminati sengaja menyebarkan cerita yangmenakut-nakuti manusia awam agar mereka menjauhkan diri dari kunjungan Lemurian yang kerap mendadak.

Ketakutan Illuminati dan Negara-negara Sekutu untuk tidak menyerang langsung Indonesia (yang mayoritas muslim terbanyak di dunia) bukan terletak pada segan kepada Bangsa ini tetapi karena mereka yakin 1000% akan kalah di medan perang Nusantara. Kenapa? Bangsa Indonesia hari ini dipandang seperempat mata olehIlluminati dan Sekutu karena mereka telah dilemahkan dari dalam yaitu butaidentitas, mengejar harta dunia, merusak akidah agama Islam-Indonesia, merusakmoral dan persatuan dan krisis harga diri, tapi yang sangat ditakuti adalahcampur tangan trah Attala (dikenal berhasrat militansi tinggi dan berpengetahuanspiritual tinggi) yang hingga kini belum “turun arena” dan didukung sekutunyabani Lemurian dengan persenjataan teknologi sangat tinggi (belum terbayangkan) berjumlah 3 milyar pasukan siap tempur dan didukung angkatan perang antargalaksi dimana bermukim makhluk khalifah ciptaan Allah Yang Maha Besar (surahAr-raar) yang ingin jihad fisabillilah bersama saudara mudanya di bumi. Mereka (muslim-ET: Extra Terrestrial) berpegang pula pada Al-Qur’an dan hadist akantibanya Kiamat dan diawali dari armagedon=goro-goro=kekisruhan terbesar dijagat raya, yang menentukan puncak keimanan mahluk hidup berakal kepada SangMaha Penciptanya: Allah SWT. Perang ini adalah perang makhluk berakal darisemua dimensi ciptaan Allah.

Agen Illuminati melacak keberadaan “Star Gate” di Pulau Jawa khususnya gunamenguasai system pertahanan Lemuria. Illuminati mengimbangi teknologi pertahanan kubah elektro-magnet Lemuria-Attala yang akan melindungi Jawakhususnya dan Malaya Nusantara umumnya dari serangan udara/laut dari Sekutu yang diyakini 100% pasti gagal. Karena tahu kelemahannya maka Illumianti menyebarkan teknologi pangan transgenik yang akan mereka gunakan sebagai ultimatum terakhir bila Bangsa Indonesia kelak memaksakan melakukan gugatan terhadap system perekonomian Illuminati dengan menggugat Green Hilton Agreement pada tahap awalnya. Bilapada saatnya mereka belum mampu menemukan “Star Gate” dan takdir mendekati mereka,maka Illuminati akan menggunakan teknologi HAARP (gelombang microwave) untuk membinasakan manusia trah “Attala Nusantara” ini dengan mengaktifkan zat radioaktif yang ada ditubuh orang Indonesia hari ini dari bahan pangan transgenik yang mereka makan sehari-hari, maka serangan pembantaian bukan seperti strategiperang di Afganistan, Irak, Suriah dan lainnya yang menggunakan perang ekternalnamun perang armagedon kelak akan menggunakan senjata biologis yang mereka tanam bertahun-tahun didalam tubuh musuhnya (tanpa disadari) memakan, meminum dan menghirup udara beracun, dimana hancurnya tubuh itu tak akan mampu dilindungi oleh kubah pelindung elekto-magnet Lemuria-Attala sekalipun. Hanya bagi orang yang mampu berpuasa tak makan dan tak minum dibawah kubah pelindungyang kelak akan bertahan hidup hingga jaman kemashyuran dengan datangnya Nabi Isa AS. menyudahiperdebatan manusia terpanjang tentang agama mana yang paling benar dan diterimaTuhan.

Penempatan pangkalan militer dan pasukan AS beserta sekutunya. Mengelilingi Nusantara.

Inilah olah pikir kenapa ke-absurd dunia terjadi di hari ini tanpa ada pihak yangberani menentangnya dari sekutu setan ini karena kita lebih takut kepada setandan realita kebenaran tersembunyi tentang AGAMA kita masing-masing dibandingtakutnya kita kepada TUHAN. Akankah kita rela mempertahankan kebusukan kankerkehidupan yang melelahkan, menyakitkan dan mengkhawatirkan ini dibandingkehidupan sehat dunia-akherat karena EGO KITA tidak mau memakan obat PIL PAHIT KEBENARAN yang dapat memperbaiki kehidupan kita lebih TERHORMAT dari hanya menjadi BUDAK SETAN ABADI DUNIA-AKHERAT???

Sumber : http://atlantis-lemuria-indonesia.blogspot.com/2013/10/jawa-jewish-yahudi-dan-benang-merah.html